PortalMadura.com

Back to Nature Spot Paling Kece di Malang: Coban Sumber Pitu

  • Selasa, 18 Oktober 2016 | 10:00
Back to Nature Spot Paling Kece di Malang: Coban Sumber Pitu
ilustrasi

PortalMadura.Com – Banyak orang yang memilih Malang sebagai destinasi liburan. Selain kaya akan pilihan tempat wisata, Malang juga tak pernah berhenti memberikan spot kece, salah satunya Coban Sumber Pitu.

Advertisement

Coban ini terletak di Dusun Tulungrejo, Desa. Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Di sini kamu bisa menjumpai 14 coban yang begitu eksotis. Tempatnya yang cukup tersembunyi dan jalur yang ekstrim cocok bagi kamu yang suka tantangan dan petualangan.

Untuk menuju ke Air Terjun Sumber Pitu Pujon dari pusat kota Malang, kamu bisa langsung menju ke Pujon. Seusai melewati patung tugu sapi, kamu harus memilih jalan tengah yang berada di pertigaan Ringin Punden untuk kemudian berbelok ke kiri. Namun jika menggunakan transportasi umum, dari pertigaan Ringin Punden kamu masih harus melanjutkan perjalanan dengan ojek untuk sampai ke Desa Pujon Kidul.

Dengan lokasi Coban Sumber Pitu yang tersembunyi diantara rimbunnya hutan, kamu perlu berusaha keras untuk mencapainya. Kalau tidak terbiasa dengan aktivitas pecinta alam maupun trekking tentunya perjalanan ini akan terasa berat. Kamu harus melewati jalanan tanah melewati hutan pinus, hutan belantara, perbukitan, hingga padang rumput ilalang dimana terdapat jurang yang cukup dalam di sana. Namun dengan semua kealamian yang ditawarkan tempat ini, termasuk akses jalannya, tentunya hal ini menjadi daya tarik tersendiri.

Untuk bisa sampai ke Air Terjun Sumber Pitu ada beberapa jalur yang bisa kamu gunakan seusai melewati Desa Pujon Kidul. Dimana kesemua jalur tersebut sama-sama ekstrim dan menantang. Namun tenang karena ada pemandu yang akan menuntunmu untuk sampai ke sana. Jalur yang pertama merupakan jalur offroad yang bisa kamu tempuh dengan menggunakan kendaraan offroad, seperti mobil offroad, motor cross, ataupun berjalan kaki. Jika kamu membawa kendaraaan sendiri bisa menitipkan di ladang milik penduduk karena memang jalannya yang terlalu sempit untuk kendaraan.

Di jalur yang pertama ini kamu harus melewati jalan yang berlubang dan berbatu serta dengan kontur jalan yang naik dan turun. Kurang lebih jarak yang harus ditempuh dari start awal sekita 2,7 km. Sementara jalur yang kedua cocok buat kamu yang sudah terbiasa dengan aktivitas climbing. Travelers harus mendaki setinggi 3 km hingga sampai di jalan tanah yang berkontur naik-turun melewati semak berduri dan rumput ilalang. Menggunakan jalur ini kamu perlu untuk berhati-hati karena terdapat tebing di kanan-kiri yang meskipun indah namun cukup curam.

Saat memasuki jalur yang ketiga. Di sini kamu harus melewati tebing-tebing yang cukup curam dan juga dipenuhi dengan pohon-pohon lebat. Untuk melewati semua itu, pemandu akan menggunakan sabit untuk membuka jalan. Selain itu di musim penghujan seperti ini kamu harus lebih berhati-hati karena kondisi jalan yang berlumpur, licin, dan lembab. Hati-hati juga dengan tumbuhan yang berduri jika tidak ingin tubuh lecet-lecet.

Namun seusai melewati jalur ini, kamu akan semakin mendekati dengan lokasi air terjun. Gemuruh suara air mulai jelas terdengar. Udara juga semakin dingin saat mendekati air terjun. Tantangan terakhir yang harus kamu taklukan adalah memanjat tebing dengan kemiringan 45 derajat dan dipernuhi dengan tumbuhan merambat. Dan begitu tiba di sana, bersiaplah untuk terpukau dengan keindahan yang ditawarkan si cantik ini. (bs/choir)

Advertisement
loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional