PortalMadura.com

Besok, Keluarga Korban Dugaan Malpraktek Rumah Sakit Sumenep Akan ‘Luruk’ Direktur

  • Selasa, 15 November 2016 | 21:46
Besok, Keluarga Korban Dugaan Malpraktek Rumah Sakit Sumenep Akan ‘Luruk’ Direktur
Ist. Aktivis Gaki Dalami Kasus

PortalMadura.Com, Sumenep – Keluarga korban dugaan malpraktek (malapraktik) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Moh Anwar Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur akan ‘ngeluruk’ direktur rumah sakit milik pemerintah itu.

Keluarga akan didampingi Aktifis Gugus Anti Korupsi Indonesia (GAKI), Ahmad Farid (yang diberi kuasa). Ia akan meminta hasil rekam medis Mariyatul Kibtiyah (13), warga Desa Lalangon, Kecamatan Manding, yang meninggal dunia, Jumat (14/10/2016) malam.

“Hasil rekam itu kami butuhkan untuk membuat laporan ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan lembaga penegak hukum,” terang Ketua Gaki Sumenep, Ahmad Farid pada PortalMadura.Com, via telepon, Selasa (15/11/2016) malam.

Dijadwalkan, keluarga korban dugaan malpraktek akan datang bersama aktivis Gaki Sumenep sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (16/11/2016).

Ia menegaskan, bahwa persoalan dugaan malpraktek belum selesai. Upaya mediasi sudah dilakukan, namun pihak rumah sakit justru tidak ada iktikat baik dengan keluarga pasien.

Bahkan, pihaknya bersama keluarga pasien akan hearing dengan pihak legislatif dan tidak menutup kemungkinan aksi demonstrasi akan dilakukan kepada eksekutif atas kasus tersebut.

“Lihat saja nanti, akan kami buktikan jika rumah sakit melakukan kesalahan besar terhadap pasien,” tandasnya.

Sebelumnya, Direktur RSUD dr Moh Anwar Sumenep, dr Fitril Akbar menjelaskan, bahwa yang dilakukan para tenaga medis dalam menangani pasien sudah merujuk pada prosedur dan kode etik kedokteran.(Baca: Pasien Tewas, Gaki Tuding ada Dugaan Malpraktek)

“Kami sudah memberikan yang terbaik untuk masyarakat Sumenep. Jika ada penilaian lain dari keluarga pasien tentu hal wajar, karena kami juga manusia. Tetapi, kami tidak tinggal diam. Usaha untuk berbenah diri terus dilakukan demi memberi layanan prima pada pasien,” ungkapnya.

Dikatakan, koreksi yang sifatnya membangun dari masyarakat juga sangat dibutuhkan oleh manajemen rumah sakit. “Ini tentu sebagai masukan dalam upaya terus berbenah dari semua sisi,” tandasnya.(Hartono)

loading...
Berita Pilihan

Hari Jadi Pamekasan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional