PortalMadura.com

Buntut Demo Kedatangan Mensos, Mahasiswa Adu Jotos dengan PKKMB UTM Bangkalan

  • Sabtu, 19 Agustus 2017 | 13:48
Buntut Demo Kedatangan Mensos, Mahasiswa Adu Jotos dengan PKKMB UTM Bangkalan

PortalMadura.Com, Bangkalan – Puluhan mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di Gedung Pertemuan Universitas Trunojoyo (UTM) di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, adu jotos dengan pihak Panitia Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), Sabtu (19/8/2017).

Massa yang awalnya menyampaikan aspirasi dengan santai, tiba-tiba bentrok dengan panitia, lantaran dianggap merusak acara yang tengah berlangsung.

Panitia menghadang mahasiswa sambil mengeluarkan kata-kata yang dinilai tidak mengenakkan. Sebagian pendemo yang pada saat itu hendak melakukan aksinya di luar kampus, tiba-tiba kembali ke kampus dan terjadi kejar-kejaran serta adu jotos antar mahasiswa.

“Kami dari awal tidak memiliki niat untuk mengganggu acara, kami hanya ingin bertemu dengan bu menteri, kalau kalian kaum intelektual seharusnya tidak berbuat begitu,” teriak salah satu orator, Ahmad Fawaid.

Beruntung dalam bentrokan tersebut berhasil diredam oleh aparat kepolisian yang ada pada saat itu, kemudian, aksi dilanjutkan dengan melakukan orasi di belakang Gedung Pertemuan.

Dalam aksinya, mahasiswa meminta Menteri Sosial Khafifah Indar Prawansa menemui para pendemo yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Masyarakat Madura (AMPM) tersebut.

Sementara itu, Ketua Bidang Humas UTM, Muhlis mengatakan, bahwa terjadinya aksi itu lantaran terjadi perubahan jadwal atas kedatangan menteri sosial, yang sebelumnya menyetujui adanya dialog dengan mahasiswa tersebut.

Namun, karena keinginan itu tidak menemukan kejelasan lantaran adanya perubahan jadwal, maka mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa.

“Kami sudah mewanti-wanti kepada panitia, untuk diadakan dialog. Dan itu juga disetujui oleh protokolernya, tapi tadi yang awalnya dilaksanakan di gedung rektorat, karena mungkin kegiatan ibu bukan hanya di UTM, jadi belum dipastikan,” katanya.

Dia juga membenarkan, bahwa kewenangan pembubaran mahasiswa yang melakukan aksi tersebut bukan panitia, tetapi dilakukan oleh pihak berwajib, yakni pihak kepolisian. Sehinga, dia berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali.

“Ya memang pembubaran tersebut bukan wewenang panitia, itu wewenang kepolisian, semoga saja nanti tidak terjadi seperti itu lagi,” pungkasnya. (Hamid/Putri)

Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional