PortalMadura.com

Buru Monyet di Jawa Tengah, TNI-Polri Dikerahkan

  • Sabtu, 5 Agustus 2017 | 19:10
Buru Monyet di Jawa Tengah, TNI-Polri Dikerahkan
Seekor monyet terlihat di Situbondo, Jawa Timur. Kawanan monyet liat jenis makaka ekor panjang dilaporkan telah menyerbu permukiman penduduk sdi Boyolali, Jawa Tengah, sejak dua bulan terakhir. (BBC Indoneisa/Antara/Reuters

PortalMadura.Com – Sejumlah anggota TNI, Polri, dan Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) dikerahkan ke Kecamatan Karanggade, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, untuk memburu monyet liar. Namun, tindakan ini ditentang aktivis perlindungan satwa.

Dikutip PortalMadura.Com, dari laman BBC Indonesia, Sabtu (5/8/2017), perburuan itu dilakukan setelah kawanan monyet liar semakin sering memasuki perkampungan warga dan menyerang manusia.

“Monyet-monyet itu mulai berdatangan ke sini dua bulan lalu. Setelah kami menembak salah satu dari mereka, sisanya tidak kembali. Kini mereka datang lagi,” kata Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

Menurutnya, monyet-monyet itu telah menyerang warga, terutama kaum manula yang hidup sendirian di gubuk. “Mereka tidak punya tetangga sehingga ketika serangan terjadi sulit minta pertolongan.”

Heru Sunarko, selaku koordinator Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, mengatakan jumlah serangan monyet liar telah mencapai 11 orang dan salah satunya murid kelas empat Sekolah Dasar.

Laman berita Solopos melaporkan korban terakhir adalah Mbah Parmo. Pria berusia 82 tahun asal Desa Bangkok, Karanggede, tersebut mendapatkan 42 jahitan di lengan kanannya akibat cakaran dan gigitan monyet liar saat rebahan di teras rumahnya. Korban diserang pada Selasa (1/8/2017) sore.

Untuk menanggulangi serangan ini, tim pemburu monyet yang merupakan gabungan TNI, Polri, dan anggota Perbakin dibentuk.

Kapolres Sumenep

Sebanyak 10 petugas telah membuka posko sejak Kamis (03/08) lalu. Mereka dipersenjatai senapan untuk menembak monyet-monyet.

“Selama mereka tidak menganggu penduduk, kami tidak akan menembak mereka,” kata Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi.

Namun, memburu monyet liar bukan pekerjaan mudah.

“Hari ini kami melihat monyet, namun ketika kami tengah membidik target menggunakan teleskop, penduduk mengejar monyet tersebut dengan bambu. Jadi buruan kami kabur,” kata Kristanto, seorang pemburu yang menggunakan senapan angin, seperti dikutip kantor berita AFP.

Tuai Protes

Aksi perburuan monyet dengan senapan menuai kritik dari para pegiat pelindung satwa.

Robithotul Huda, selaku aktivis International Animal Rescue Indonesia, perburuan tidak bisa diterima. Dia menegaskan perusakan alam adalah penyebab monyet berkonflik dengan manusia.

“Alasan mengapa mereka menyerbu perumahan penduduk atau perkebunan adalah karena memerlukan makanan. Habitat alami mereka telah berubah menjadi hutan industri,” ujarnya.

Memperparah keadaan, buah-buahan semakin sulit dijumpai di hutan selama musim kemarau. Menurutnya, perburuan monyet hanya akan berhasil dalam jangka waktu pendek.

“Ketapel, paintball, atau petasan bisa menakuti mereka. Tapi monyet adalah makhluk yang pintar. Jika manusia telah menggunakan ketapel, besok mereka harus pakai cara lain. Monyet bisa membaca taktik itu,” tutupnya.(*)

Ahmad zaini
Hut RI
Loading...
Advertisement
Iklan Murah
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional