PortalMadura.com

Cuaca Buruk, Masa Produksi Garam Rakyat di Sumenep Pendek

  • Selasa, 4 Oktober 2016 | 14:00
Cuaca Buruk, Masa Produksi Garam Rakyat di Sumenep Pendek
dok. Lahan Garam

PortalMadura.Com, Sumenep – Petani garam rakyat di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur hanya bisa berproduksi selama 1,5 bulan, yakni sejak Agustus hingga pertengahan September. Pasalnya, akhir-akhir ini cuaca di Sumenep semakin buruk, yakni curah hujan mulai tinggi.

“Para petani garam rakyat di sini mulai menggarap lahan garam sejak awal Agustus dan baru panen pada pertengahan September, jadi baru sekitar 1,5 bulan yang berproduksi,” ungkap petani garam rakyat asal Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget, Samsuri, Selasa (4/10/2016).

Menurutnya, akibat terjadi anomali cuaca tersebut, ribuan petani garam di Kabupaten ujung timur Pulau Madura ini tidak bisa berproduksi garam secara maksimal. Sehingga hasil produksi garam para petani diprediksi akan menurun.

“Mayoritas petani garam baru bisa berproduksi garam sekitar 350 ton,” ujarnya.

Selain cuaca, petani juga mengeluhkan harga garam rakyat yang sangat rendah, tidak ada kenaikan dibandingkan tahun lalu. Harga garam kwalitas satu (KW 1) sekitar Rp450 perkilogram dan untuk KW 2 seharga Rp350 per kg dan garam jenis polibek Rp500 -550 per kg.

“Selain produksinya tidak maksimal, harganya pun tidak ada perubahan, tetap seperti tahun lalu,” keluhnya. (arifin/har)


loading...

Hari Jadi Pamekasan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional