PortalMadura.com

Eksklusif-Terpikat Wanita Lain, Kepala Desa di Sumenep Tinggalkan Istri Mudanya

  • Rabu, 26 Oktober 2016 | 01:07
Eksklusif-Terpikat Wanita Lain, Kepala Desa di Sumenep Tinggalkan Istri Mudanya
Diana

PortalMadura.Com, Sumenep – Diana berusia 25 tahun warga Desa Guluk Manjung, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur harus menelan kehidupan pahit setelah ditinggal pergi suaminya karena terpikat wanita lain.

Suaminya yang saat ini menjabat kepala desa (Kades) di Sumenep tak mau pulang ke rumah kos sejak awal bulan September 2016. Diana membangun rumah tangga dengan kepala desa itu, sejak tanggal 20 November 2015.

Diana dilamar secara resmi kepada kedua orang tuanya dan akat nikah berlangsung di rumah mempelai wanita. Selama menjalani kehidupan di rumah kos, tak pernah ada masalah. Kehidupannya berlangsung indah dan bahagia.

Bahkan, Diana mengaku sempat hamil hingga tiga bulan pada awal tahun 2016. Namun, karena sang suami yang ia panggil Ayah belum siap mempunyai keturunan akhirnya digugurkan melalui jasa dukun dan salah seorang tenaga medis di Sumenep.

“Sekarang tak ada kabarnya, mas. Saya baru tahu kalau sudah bersama wanita lain via foto-foto yang diunggah ke media sosial facebook,” kata Diana pada PortalMadura.Com, Rabu (26/10/2016) dini hari.

Diana sengaja menemui wartawan agar persoalan rumah tangganya dipublikasikan sebagai bentuk pelajaran. “Sampai sekarang belum ada kata talak. Jadi, secara hukum agama masih sah sebagai suami-istri,” ujar wanita berambut panjang ini.

Ia mengakui jika statusnya sebagai istri kedua (istri muda, red) dan proses lamaran dilakukan dengan budaya Sumenep serta akat nikahnya berlangsung secara terbuka dan diketahui pihak keluarga besar mempelai wanita.

“Proses awalnya baik, kenapa diakhiri dengan cara seperti ini. Kalau memang mau baik-baik ya diakhiri dengan baik-baik pula. Silahkan, saya lepas (talak, red) secara agama dulu. Biar tidak ada beban,” ujarnya dengan nada kecewa.

Diana berharap pada wanita lain agar tidak terbuai rayuan suaminya. “Jabatannya memang kepala desa. Tapi, prilakunya bukan sosok seorang pemimpin, tetapi sosok pria pemangsa wanita yang suka gonta-ganti pasangan,” tandasnya geram.(Hartono)

loading...

Hari Jadi Pamekasan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional