PortalMadura.com

Gai’ Bintang, Lagu Daerah Madura Yang Berisi Penuh Nasihat

  • Selasa, 11 Oktober 2016 | 08:27
Gai’ Bintang, Lagu Daerah Madura Yang Berisi Penuh Nasihat
Gai Bintang

PortalMadura.Com – Saat kecerdasan emosional menjadi trend di negara-negara maju, suku Madura sebenarnya telah lama memiliki konsep dan warisan budaya yang mampu menjawab kebutuhan itu.

Budaya yang berisi nilai-nilai universal kehidupan, nilai kearifan yang dikemas dengan permainan dan nyanyian sebagai media pengoptimalan otak kanan sudah menjadi santapan anak-anak Madura.

Misalnya, lagu Gai’ Bintang. Lagu ini sangat familiar di kalangan anak-anak Madura. Bahkan, orang dewasa pun suka membawakannya. Di kalangan anak-anak dinyanyikan sambil bermain.

Lirik lagu Gai Bintang;

Gai bintang alek gagar bulan
Pagai’na janor koneng
Kaka elang alek sajan jau
Pajauna gan lon alon
Leya letes kembang kates tokca tokcer

Terjemahan bebas;

Menjolok bintang yang jatuh rembulan
alatnya janur kuning
abang pergi kian jauh
jauhnya ke alun-alun
(liya lites, kembang ates, tocca’ toccer)

Video versi dangdut;

https://youtu.be/pxoskqGVB60

Lagu yang cukup singkat ini berisi penuh nasihat. Menjolok bintang, adalah sesuatu yang sangat mustahil, siapapun tidak akan bisa melakukan pekerjaan tersebut. Apalagi alat yang dipakai menjolok hanya janur kuning, apabila ditegakkan maka janur tersebut akan melengkung.

Nyanyian tersebut merupahan sindiran yang sangat halus dan disampaikan kepada siapapun yang berangan-angan terlalu tinggi. Peribahasa Madura juga mengatakan, “mlappae manok ngabang – (membumbui burung terbang)”.

Advertisement
Iklan Murah

Tentu saja ada kesamaan tujuan dari bait pertama puisi gai’ bintang dengan peribahasa Madura, mlappae manok ngabang, yaitu memberikan sebuah persepsi bahwa terkadang sesuatu yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan, bahwa semua yang diinginkan oleh manusia tidak akan menjadi kenyataan. Semuanya tergantung kepada pemberian-Nya. Hal itu terdapat pada syair, gai bintang, ya le’ gaggar bulan (menjolok bintang, yang jatuh rembulan).

Kandungan isi yang dapat di petik pada syair ini adalah nilai relegiuitas. Dalam benak manusia, bintang merupakan benda langit yang paling jauh dari permukaan bumi dan sinarnya mampu memberikan penerangan di malam gelap gulita. Bintang juga menjadi penunjuk arah, terutama untuk para nelayan ketika mengarugi lautan yang luas. Bahkan bintang menjadi penunjuk untuk para petani ketika akan memulai bercocok tanan.

Menjolok bintang, merupakan sebuah impian, namun yang terjatuh justru rembulan. Mengapa rembulan? Karena rembulan merupakan benda paling dekat dengan bumi, dan apabila rembulan secara penuh menampakkan wajahnya, maka untuk meraihnya cukup dengan menjangkaukan tangan.

Kaka’ elang ya le’ sajan jau’ (abang pergi kian jauh), bait ketiga ini memberikan semacam legitimasi pada bait pertama dan kedua. Dan kemudian ditutup dengan kalimat, pajauna e lon-alon, (jauhnya ke alun-alun). Syair ini memberikan semacam sinyal kepada manusia tentang sebuah nilai, yaitu memberikan sebuah persepsi bahwa terkadang sesuatu yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan, bahwa semua yang diinginkan oleh manusia tidak akan menjadi kenyataan. Semuanya tergantung kepada pemberian-Nya.
(berbagai sumber/har)

Advertisement
Iklan Murah
Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional