PortalMadura.com

Ini Perbedaan Santet, Teluh, Tenung dan Guna-guna

  • Jumat, 2 September 2016 | 09:27
Ini Perbedaan Santet, Teluh, Tenung dan Guna-guna
ilustrasi

PortalMadura.Com – Bayak istilah atau sebutan yang digunakan pada ilmu hitam (sekutu setan), seperti santet, teluh, tenung dan guna-guna yang akan mengancam keselamatan seseorang.

Advertisement

Dari berbagai sumber disebutkan, perbedaan sebutan tersebut terletak pada media dan pengaruh serta cara kerja, baik yang mempunyai ilmu hitam itu sendiri atau dampaknya pada sasaran.

Santet
Ini metode serangan jarak jauh. Artinya tidak seperti kerja teluh yang menggunakan jenis bahan spisifik, umumnnya barang mati (tidak bernyawa), seperti jajum, paku dan lain-lain.

Orang yang terkena sasaran santet, rasa sakit yang ditimbulkan hanya lokal (bagian tertentu saja) dan jika dideteksi oleh ilmu medis jarang ketahuan, karenya nyaris tidak meninggalkan jejak pada tubuh korban.

Teluh
Ini kebalikan dari metode santet dan identik dengan unsur yang bernyawa, seperti binatang. Cara kerjanya merubah suatu bentuk atau zat tertentu dengan ilmu khusus. Serangan ini, dapat dilihat oleh siapapun, orang awam pun bisa melihat.

Adapun gejelanya; terlihat cahaya (umumnya seperti api atau cahaya berwarna merah) melesat dan masuk ke rumah target, terdengar benda jatuh tanpa rupa, terdengar suara pasir dilempar, dan lain-lain.

Korban akan mengalami, benjolan (terdapat sesuatu di dalam tubuh) yang dapat berpindah pindah tempat saat dikeluarkan, umumnya wujud binatang seperti cacing, dan berbagai macam jenis serangga, serta kelabang, dan lain-lain.

Tenung
Ini metode pengembangan dari santet dan teluh. Namun, prinsip dasarnya sama, tetapi aplikasinya berbeda, karena dapat menggunakan barang, benda mati atau hewan dan telur.

Pengirimannya sama dengan teluh, kelebihannya mampu menyusup ke dalam tanah. Ilmu ini mematahkan teori menangkal ilmu hitam dengan hukum fisika.

Gejelananya, tiba-tiba gelas atau piring jatuh, pecah, atau benda lainnya ambruk. Jika ini yang terjadi, maka serangan menggunakan unsur beling dan perpaduan lainnya. Unsur benda-benda ini telah berubah wujud dan zat pancaran energi asalnya mengikat benda sesamanya. (Kemampuan semacam ini, hanya dimiliki orang-orang tertentu).

Efek lain yang ditimbulkan, tiba-tiba ada silet, kawat, dan lainnya saat makan. Keramik lantai rumah tiba-tiba pecah atau terangkat keatas (membentuk pola horizontal, vertikal, zigzag secara teratur dan beruntun).

Orang yang menjadi sasaran atau korban, gejalanya mirip dengan teluh, namun saat dikeluarkan akan didapat beragam barang, bisa jarum, paku, kawat, serpihan beling (kaca), logam karat, baru kerikil, dan lain-lainnya.

Guna-guna
Metode ini identik dengan sesuatu yang berhubungan dengan makanan, minuman dan pakaian. Jika makanan atau minuman itu dikonsumsi maka akan mengalami gejala tidak enak hingga membawa fatal. Sama juga dengan baju, jika dipakai akan membawa sial, misalnya meninggal karena kecelakaan, dan lain-lain.

Bisa juga dari uang pemberian yang mempunyai ilmu guna-guna. Jika uang itu disimpan atau dibelikan sesuatu, akan terjadi goncangan dalam tubuh yang mamaksa sukma keluar.

Cara mengatasi
Bagi umat muslim, ilmu sihir atau manusia yang bersekutu dengan setan, sudah dipahami ada sejak zaman dulu. Artinya, tidak perlu ditakuti, karena penangkalnya sudah jelas ada dalam Al-Quran dan Hadist.

Sumber ilmu hitam adalah dari setan. Maka dengan mempertebal iman kepada Allah dan jauhi segala larangannya, insyaallah ada jaminan dari-Nya. Allah Maha Besar.(Hartono)

Advertisement
loading...
Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional