PortalMadura.com

Inilah 6 Keutamaan Berkurban di Hari Raya Idul Adha

  • Sabtu, 10 September 2016 | 17:00
Inilah 6 Keutamaan Berkurban di Hari Raya Idul Adha
ilustrasi
Loading...

PortalMadura.Com – Menyembelih hewan kurban pada hari raya Idul Adha (tanggal 10 Dzulhijjah) merupakan amal saleh yang paling utama bagi seorang muslim yang memiliki kemampuan.

Rasulullah bersabda: “Siapa yang memperoleh kelapangan untuk berkurban, dan dia tidak mau berkurban, maka janganlah hadir dilapangan kami (untuk salat Ied),” (HR Ahmad, Daru qutni, Baihaqi dan al Hakim).

Ibadah kurban, sebagaimana ibadah lain yang telah diperintahkan oleh Allah SWT tentunya memiliki banyak keutamaan dan hikmah di dalamnya. Bahkan, keutamaan berkurban tidak hanya akan dirasakan oleh orang yang menunaikannya, tetapi juga bagi orang lain di sekelilingnya.

Berikut enam keutamaan berkurban di hari raya Idul Adha:

Kurban Pintu Mendekatkan Diri Kepada Allah
Ibadah kurban merupakan salah satu pintu terbaik dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagaimana halnya ibadah salat. Berkurban juga menjadi media takwa seorang hamba.

Sebagaimana firman Allah: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertaqwa” (QS Al-Maidah : 27).

Berkurban juga menjadi bukti ketakwaan seorang hamba. Allah SWT telah berfirman: “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya,” (QS Al Hajj : 37).

Sikap Kepatuhan dan Ketaatan pada Allah
Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),” (QS: Al Hajj : 34).

Saksi Amal di Hadapan Allah
Ibadah kurban akan mendapatkan ganjaran yang berlipat dari Allah SWT, dalam sebuah hadis disebutkan: “Pada setiap lembar bulunya (hewan kurban) itu kita memperoleh satu kebaikan,” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Pada hari akhir nanti, hewan yang Anda kurbankan akan menjadi saksi. “Tidak ada amalan yang dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) kurban yang lebih dicintai oleh Allah SWT dari mengalirkan darah. Sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya & bulu-bulunya. Dan sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah SWT sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya,” (HR. ibnumajah No.3117).

Said Abdullah

Membedakan dengan Orang Kafir
Sejatinya, kurban (penyembelihan hewan ternak) tidak saja dilakukan oleh umat Islam setiap hari raya Adha tiba, tetapi juga oleh umat lainnya. Misalnya, pada zaman dahulu orang-orang Jahiliyah juga melakukan kurban. Hanya saja yang menyembelih hewan kurban untuk dijadikan sebagai sesembahan kepada selain Allah.

Sebagaimana firman Allah: “Katakanlah, Sesungguhnya salatku, sembelihanku (kurbanku), hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah),” (QS: al-An’am : 162-163).

Ajaran Nabi Ibrahim AS
Berkurban juga menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim– ‘alaihis salaam (AS), yang ketika itu Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih anak tercintanya sebagai tebusan, yaitu Ismail AS ketika hari an nahr (Idul Adha).

“Berkata kepada kami Muhammad bin Khalaf Al ‘Asqalani, berkata kepada kami Adam bin Abi Iyas, berkata kepada kami Sullam bin Miskin, berkata kepada kami ‘Aidzullah, dari Abu Daud, dari Zaid bin Arqam, dia berkata: berkata para sahabat Rasulullah: “Wahai Rasulullah, hewan kurban apa ini?” Beliau bersabda: “Ini adalah sunah bapak kalian, Ibrahim.” Mereka berkata: “Lalu pada hewan tersebut, kami dapat apa wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Pada setiap bulu ada satu kebaikan.” Mereka berkata: “Bagaimana dengan shuf (bulu domba)?” Beliau bersabda: “Pada setiap bulu shuf ada satu kebaikan,” (HR. Riwayat Ibnu Majah dalam Sunannya No. 3127).

Berdimensi Sosial Ekonomi
Ibadah kurban juga memiliki sisi positif pada aspek sosial. Sebagaimana diketahui, distribusi daging kurban mencakup seluruh kaum muslimin dari kalangan manapun, fakir miskin hingga mampu sekalipun.

Sehingga, hal ini akan memupuk rasa solidaritas umat. Jika mungkin bagi si fakir dan miskin, makan daging adalah suatu yang sangat jarang. Namun, pada saat hari raya Idul Adha, semua akan merasakan konsumsi makanan yang sama.

Hadis dari Ali bin Abu Thalib: ”Rasulullah memerintahkan kepadaku untuk mengurusi hewan kurbannya, membagi-bagikan dagingnya, kulit dan pakaiannya kepada orang-orang miskin, dan aku tidak diperbolehkan memberi sesuatu apapun dari hewan kurban (sebagai upah) kepada penyembelihnya”. (hidayatullah.com/Salimah)

Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional