PortalMadura.com

Inilah 6 Pertimbangan sebelum Izinkan Anak Menginap di Rumah Orang Lain

  • Senin, 24 Oktober 2016 | 07:00
Inilah 6 Pertimbangan sebelum Izinkan Anak Menginap di Rumah Orang Lain
ilustrasi
Loading...

PortalMadura.Com – Saat buah hati beranjak besar dan mulai memiliki teman serta nyaman dengan lingkungannya, orangtua sering kali khawatir. Apalagi, Si Kecil kini mulai meminta izin untuk menginap. Jika sebelumnya kegiatan Si Kecil selalu terkontrol, kini ia bisa seharian bersama teman-temannya dan jauh dari pengamatan Anda.

Tentunya Anda ebagai orang tua perlu mewaspadai dan memeriksa beberapa hal guna mengurangi resiko yang terjadi pada putra-putri Anda untuk menghindari terjadi hal-hal yang tidak baik pada jam-jam setelah larut malam. Pertimbangkan saran-saran berikut ini:

1. Perlukah anak menginap di rumah orang?

Setiap keluarga mempunyai aturannya masing-masing. Anak boleh bermain bersama temannya dengan kegiatan yang mereka inginkan. Tetapi setelah waktunya beristirahat di malam hari, mereka harus pulang tidur di rumah hingga keesokan harinya dapat kembali bermain bersama.

2. Anda tidak pernah tahu sebaik apa seseorang

Bila Anda mengijinkan anak menginap di rumah teman atau saudara, cari tahu seberapa baik Anda mengenal orang-orang tempat anak Anda ingin menginap. Berkenalanlah dengan orang tuanya dan dari sana Anda bisa menilai apakah Anda merasa putra putri Anda bisa nyaman dan aman berada di sana. Haruskah kita benar-benar mengenal satu sama lain secara dekat? Mengapa tidak.

3. Tidak pernah tahu apa yang terjadi saat malam

Banyak cerita pengalaman tentang hal-hal yang terjadi saat membiarkan para remaja menginap dalam satu tempat atau sleepover. Adakalanya mengerikan dan juga menyenangkan. Bila anak remaja Anda ingin menginap, sebaiknya terlebih dahulu Anda mengetaui dengan siapa ia bergaul untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Said Abdullah

4. Mengapa Anda ingin menempatkan diri dalam posisi yang kurang tepat?

Bagaimana jika anak-anak Anda menjadi tuan rumah pada ‘acara menginap’? Apakah mengganggu kegiatan rutin Anda di rumah? Apakah ada teman anak Anda bertingkah laku yang kurang baik? Hal-hal ini seringkali terjadi. Bila Anda tetap ingin membiarkan kegiatan tersebut, Anda perlu melindungi anak dan teman-temannya yang lain.

5. Menginap seharusnya dengan keluarga dekat dalam situasi khusus saja

Katakan hal ini dengan bijak dan hati-hati, karena banyak orang juga tidak memperkenankan anak-anaknya tidur menginap di rumah kerabat dekatnya. Walaupun ada hubungan keluarga, tidak berarti Anda harus mengizinkan anak Anda jika tidak merasa nyaman dengan lingkungannya. Jelaskan pada kerabat Anda, agar mereka tidak tersinggung dengan pola asuh yang Anda terapkan pada anak-anak.

6. Tetapkan aturan “Acara Menginap” yang siap dipatuhi

Ketika anak-anak masih kecil dan undangan mulai berdatangan, kami katakan kepada mereka bahwa ada aturan dalam keluarga ini untuk “tidak menginap” dan dijelaskan alasannya. Anak-anak boleh hadir sampai jam 10 atau 11 malam, kemudian mereka pulang, tidur di tempat tidur mereka sendiri. Meski terkadang anak-anak mendapatkan tekanan dari teman-temannya dan kecewa dengan aturan ini, namun sebagai orang tua kami tidak pernah goyah. Tugas orang tua adalah tidak selalu memberi segala sesuatu yang diinginkan anak-anak, tetapi melindungi dan mengajarkan mereka hal yang lebih baik. (keluarga.com/choir)

Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional