PortalMadura.com

Inilah 7 Amalan Sebelum Tidur Sesuai Sunah Rasulullah

  • Rabu, 28 September 2016 | 17:00
Inilah 7 Amalan Sebelum Tidur Sesuai Sunah Rasulullah
ilustrasi

PortalMadura.Com – Bagi seorang muslim, tidur merupakan salah satu nikmat Allah yang tidak bisa tergantikan dengan apapun dan patut disyukuri setiap saat. Bahkan, tidur pun adalah suatu ibadah yang harus disertai dengan penyerahan diri kepada Allah. Pasrah kepada Allah SWT dengan berdoa dan berzikir telebih dahulu.

Advertisement

Ternyata selain berdoa dan berzikir, ada amalan-amalan lainnya yang perlu dilakukan oleh umat muslim sebelum tidur. Sehingga, tidurnya pun bernilai ibadah dan dirahmati oleh Allah SWT hingga bangunnya.

Berikut tujuh amalan sebelum tidur yang bisa dilakukan oleh umat Islam menurut Rasulullah:

Sebelum Tidur Biasakan Berwudu
Hendaknya Anda tidur dalam keadaan sudah berwudu, sebagaimana dalam sebuah hadis: “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudu terlebih dahulu sebagaimana wudumu untuk melakukan salat,” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710).

Mengambil Posisi Berbaring Yang Tepat Hindari Tidur Tengkurap
Rasulullah menjelaskan posisi tidur yang tepat, yaitu: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu,” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710). Dalam riwayat lain: “Rasulullah apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya,” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350).

Rasulullah telah melarang tidur tengkurap. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah SWT,” (HR. Abu Dawud).

Bersihkan Terlebih Dahulu Tempat Pembaringan
Rasulullah bersabda: “Apabila seorang dari kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengibaskan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya…” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tidur Sesegera Mungkin Setelah Isya
Tentunya apabila setelah salat Isya ada hal bermanfaat yang dibolehkan menurut syariat, boleh tetap menunda tidur agak malam. Akan tetapi, ada hadis yang menyatakan bahwa: “Rasulullah membenci tidur malam sebelum (salat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya,” (Hadis Riwayat Al-Bukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235).

Hikmahnya tentu saja akan memudahkan Anda bangun untuk qiyamul lail (bangun malam) dengan izin Allah. Ketika Anda tidur terlalu larut, maka akan membuat Anda berat melakukan amal ketaatan ketika di sepertiga malam akhir.

Membaca Zikir Sebelum Tidur
Salah satu zikir yang disarankan oleh Rasulullah sebelum tidur dan diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan muslim, yang artinya: “Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepadaMu, aku menyerahkan urusanku kepadaMu, aku menghadapkan wajahku kepadaMu, aku menyandarkan punggungku kepadaMu, karena senang (mendapatkan rahmatMu) dan takut pada (siksaanMu, bila melakukan kesalahan). Tidak ada tempat perlindungan dan penyelamatan dari (ancaman)Mu, kecuali kepadaMu. Aku beriman pada kitab yang telah Engkau turunkan, dan (kebenaran) NabiMu yang telah Engkau utus.” Apabila Engkau meninggal dunia (di waktu tidur), maka kamu akan meninggal dunia dengan memegang fitrah (agama Islam)”.

Dengan mengamalkannya sebelum tidur, maka jika mati dalam tidurnya, matinya di atas fitrah (mati dalam Islam).

Salat Witir Jika Kuatir tidak Bisa Bangun Malam
Jika kuatir tidak bisa qiyamul lail (bangun malam), di sunahkan pula salat witir terlebih dulu sebelum tidur. Dari Abu Hurairah berkata: “Kekasihku yaitu Rasulullah mewasiatkan kepadaku tiga wasiat: 1. berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2. mengerjakan dua rakaat salat Dhuha, 3. mengerjakan witir sebelum tidur,” (HR. Bukhari no. 1981).

Bacalah Doa Sebelum Tidur yang Sahih dari Rasulullah
Satu hal yang paling utama, Baca doa sebelum tidur. Dari Hudzaifah, ia berkata: “Apabila Rasulullah hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali).” (HR. Bukhari no. 6324). (arrahmah.com/Salimah)

Advertisement
loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional