PortalMadura.com

Inilah Sejarah Masjid Jin di Mekah Yang Perlu Anda Ketahui

  • Kamis, 15 September 2016 | 17:00
Inilah Sejarah Masjid Jin di Mekah Yang Perlu Anda Ketahui
ilustrasi

PortalMadura.Com – Kota Mekah, Arab Saudi, selain memiliki Masjidil Haram, ternyata tanah suci tersebut juga memiliki banyak masjid bersejarah yang selalu dikunjungi jemaah haji. Salah satunya yaitu Masjid Jin atau Al Jin.

Advertisement

Masjid tersebut merupakan masjid yang terletak di kampung Ma’la dan tidak jauh dari pemakaman kaum muslim. Masjid Al-Jin sering juga dikenal dengan nama Masjid al-Bai’ah. Masjid yang berada 1,5 km di sebelah utara Masjidil Haram ini memiliki luas sekitar 20×10 meter. Bangunan masjid yang bertingkat dua ini didominasi warna abu abu. Kaligrafi (seni tulisan Arab) yang mengutip Alquran, Surat Jin (ayat 1-9) menghiasi kubah masjid.

Lantas, mengapa dinamakan Masjid Al-Jin atau Al-Bai’ah?. Karena, ada kisah yang terjadi di tahun kesepuluh kenabian Rasulullah. Saat itu beliau bersama para sahabat yang hendak pulang dari Thaif melaksanakan salat Subuh di tempat itu.

Dalam kesempatan itu, Rasulullah melantunkan ayat-ayat Alquran Surat Ar-Rahman yang diperdengarkan kepada para sahabat. Diriwayatkan pada saat itu, serombongan Jin yang sedang menuju Tihamah, terpukau dari makna Surat Ar-Rahman tersebut.

Lalu, para Jin itu pun menyatakan keislamannya dan berbaiat kepada Rasulullah. Sejumlah riwayat mengungkapkan, bahwa para Jin yang berbaiat kepada Rasulullah berjumlah sembilan. Namun, ada juga yang menyebutkan tujuh Jin. Para jin itu berasal dari daerah yang berada di antara Suriah dan Iraq, Nasibain.

Peristiwa itu diabadikan dalam Alquran, Surat Al-Ahqaf, ayat 29 hingga 32:

“Dan ingatlah ketika Kami hadapkan serombongan Jin kepadamu yang mendengarkan Alquran. Maka tatkala  mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: Diamlah kamu untuk mendengarkannya. Ketika pembacaan selesai, mereka kembali kepada kaumnya untuk memberi peringatan,” (29).

“Mereka berkata: Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Alquran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus,” (30).

“Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih,” (31).

“Dan orang-orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata,” (32).

Dari kisah sejarah yang tersimpan itu, Masjid Al Jin saat ini menjadi salah satu lokasi yang kerap didatangi para peziarah yang sedang melaksanakan ibadah haji dan umrah di tanah suci Mekah. Bahkan, mereka terkadang menyempatkan untuk menunaikan salat fardu di masjid itu. (eomisteri.com/Salimah)

Advertisement
loading...
Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional