PortalMadura.com

Legislator, Penuntasan Tuna Aksara Tidak Cukup Bisa Menulis dan Membaca

  • Sabtu, 22 Oktober 2016 | 17:24
Legislator, Penuntasan Tuna Aksara Tidak Cukup Bisa Menulis dan Membaca
Ist. Abrari Alzael

PortalMadura.Com, Sumenep – Komisi IV DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur menilai penuntasan kasus tuna aksara tidak cukup hanya bisa membaca dan menulis.

“Namun, dalam penuntasan kasus tuna aksara yang mencapai 68 persen itu patut diapresiasi, sehingga Pemkab Sumenep medapatkan Anugerah Aksara dari Mendikbud RI,” kata Komisi IV DPRD Sumenep, Abrari Alzael, Sabtu (22/10/2016).

Politisi PDI Perjuangan ini mengungkapkan, penuntasan buta aksara tidak cukup hanya dididik bisa membaca, menulis, dan bisa berhitung saja.

“Tetapi perlu dibina dari sisi keterampilan dan inovasi, sehingga tercipta kreatifitas yang dapat menupang perekonomian dirinya menjadi lebih baik,” ujarnya.

Menciptakan keterampilan dan inovasi, Disdik Sumenep harus saling bekerja sama dengan Dinas terkait, agar tercipta sinergitas antar dinas, dan tidak berjalan sendiri dalam penuntasan buta aksara.

“Misalnya, tata cara membuat kue di Disdik tidak ada. Jadi, harus bekerja sama dengan dinas yang membidangi, agar dari sisi perekomian juga dapat disentuh. Saya menilai ekonomi kreatifitas selama ini kurang disentuh, sehinnga penuntasan tuna aksara bagi saya kurang maksimal, dan harus lebih ditingkatkan,” tandasnya.(Bahri/har)

loading...

Hari Jadi Pamekasan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional