PortalMadura.com

Libur Lebaran, Ayo Nikmati Pesona Tiga Tempat Wisata di Sumenep

  • Senin, 19 Juni 2017 | 11:32
Libur Lebaran, Ayo Nikmati Pesona Tiga Tempat Wisata di Sumenep
Pantai Sembilan (Ft. Kades Bringsang)

PortalMadura.Com, Sumenep – Belum lengkap jika saat libur lebaran Idul Fitri 1438 H/ 2017 ini tidak berkunjung kesejumlah tempat wisata yang dimiliki Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Ada tiga lokasi wisata yang direkomendasikan dan cocok untuk dinikmati bersama keluarga atau sahabat. Tiga lokasi wisata itu, yakni Pantai Sembilan, Kecamatan Giligenting, dan Gili Labak, Kecamatan Talango serta Giliyang Kecamatan Dungkek.

Tiga tempat wisata tersebut mempunyai keunikan dan kelebihan berbeda. Tidak hanya wisatawan nusantara (Wisnu) yang berkunjung, namun dari wisatawan mancanegara (Wisman) sudah ramai berkunjung.

Pantai Sembilan

Pantai Sembilan (Ft. Kades Bringsang)

Pantai Sembilan (9), Desa Bringsang, Kecamatan/Pulau Giligenting, Kabupaten Sumenep, Madura, sangat cocok untuk dinikmati saat libur lebaran Idul Fitri. Pantai yang memiliki pasir putih ini sudah banyak fasilitas yang disediakan oleh pihak desa sebagai pengelola.

Seperti homestay. Homestay itu berupa cottage yang mampu menampung 10 orang per cottage, gazebo alami dan modern, dan MCK serta kuliner khas Madura.

Fasilitas lain, yakni atraksi wisata berupa arena bermain banana boat, snorkeling, sailing, speedboat, tempat selfie, kano, serta sepeda perahu.

Warga sekitar juga cukup welcome dengan tamu-tamu yang datang dari berbagai daerah. Bahkan, rumah mereka juga dipersiapkan untuk para pengunjung yang akan bermalam.

Untuk sampai ke wisata yang menjadi idola para muda-mudi itu, hanya perlu mengeluarkan biaya perahu sebesar Rp20 ribu pulang pergi (PP), iuran kebersihan Rp5.000 per orang. Untuk menginap dikenakan Rp 300 ribu per cottage.

Waktu tempuh selama 30 menit perjalanan laut dengan menyeberang dari pelabuhan Tanjung Saronggi, Sumenep menuju ke pelabuhan Bringsang, Giligenting.

Pulau Gili Labak

Sensasi Snorkeling di Gili Labak

Sensasi snorkeling di Gili Labak

Pulau Gili Labak yang hanya berpenghuni 35 kepala keluarga (KK) di Desa Kombang, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Madura, memiliki pasir putih dan keindahan bawah lautnya tak kalah dengan wisata lain. Ibarat ada serpihan surga di pulau yang mulai dikenal khalayak sejak tahun 2010.

Kapolres Sumenep

Warga setempat sangat welcome dan ramah terhadap tamu yang berkunjung. Mereka menyediakan kuliner khas Madura dan persewaan snorkeling. Sudah tersedia MCK, tempat selfie, tempat istirahat. Pulau Gili Labak ini menjadi destinasi wisata unggulan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Untuk sampai ke lokasi tersebut. Pengunjung bisa menyewa perahu rakyat dari Pelabuhan Kalianget, Sumenep. Tarifnya, kisaran Rp800 ribu dengan kapasitas 15-20 orang. Setiap pengunjung hanya diminta iuran untuk kebersihan sebesar Rp5.000 per orang.

Waktu tempuh selama 1,5 jam perjalanan laut dengan menyeberang dari pelabuhan Kalianget, Sumenep menuju ke Gili Labak.

Wisata Oksigen

Pantai Ropet Giliyang (Ft. Kiageng Ropet)

Pulau Giliyang yang terdiri dari 2 Desa yaitu Desa Bancamara dan Desa Banra’as, dengan jumlah penduduk pulau total 9.185 jiwa atau 3.867 KK ini, dikenal dengan wisata oksigen terbaik kedua dunia setelah Yordania. Kandungan oksigen di pulau ini, di atas rata-rata wilayah lainnya, yakni sekitar 21 persen.

Para pengunjung dapat menikmati kesejukan dan kenyamanan udara pada siang dan malam hari. Dampaknya, akan membantu kesehatan tubuh. Ini terbukti, dengan kualitas udara yang baik, maka ribuan warga setempat berumur lebih dari 100 tahun.

Di bagian timur pulau tersaji keindahan dan keunikan tebing yang terukir secara alami. Lokasi ini sangat cocok untuk selfie. Bagi mereka yang suka dengan wisata gua, ada 10 gua yang tersebar di dua desa tersebut. Gua itu memiliki stalaktit dan stalakmit yang indah.

Di ujung timur Pulau Giliyang, tepatnya di Desa Banraas, juga tersaji keindahan tersendiri, yakni Pantai Ropet. Di lokasi ini, sudah ada sejumlah gazebo dan ramai dikunjungi wisatawan.

Waktu tempuh selama 1,5 jam perjalanan laut dengan menyeberang dari Pelabuhan Dungkek, Sumenep menuju ke Giliyang dengan menggunakan perahu rakyat, tarif reguler Rp20 ribu pulang pergi (PP).(Hartono)

Ahmad zaini
Hut RI
Loading...
Advertisement
Iklan Murah
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional