PortalMadura.com

Mobil Tim Pelatih Dirusak Aremania, Madura United Tak Minta Ganti Rugi

  • Selasa, 6 September 2016 | 16:43
Mobil Tim Pelatih Dirusak Aremania, Madura United Tak Minta Ganti Rugi
dok. Rusak
Loading...

PortalMadura.Com, Pamekasan – Manajemen Madura United FC tidak meminta ganti rugi atas kasus pengrusakan mobil offisial yang dilakukan oknum Aremania pada tanggal 2 September lalu.

Direktur PT. Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq menegaskan, pihaknya menerima permintaan maaf manajemen Arema Cronus dalam kasus pengrusakan tersebut. Karena hal itu merupakan salah satu bentuk iktikad baik tim singo edan.

“Kami kemarin hanya meminta tanggungjawab pihak Arema atas ketidaknyamanan tim kami sebagai tim tamu. Untuk kerusakan mobil tim pelatih, kami tidak pernah meminta ganti rugi, karena memang akan diperbaiki sendiri,” katanya, Selasa (6/9/2016).

Namun demikian, pihaknya menyesalkan adanya tindakan tidak terpuji yang dilakukan oknum Aremania tersebut. Karena jelas mencerminkan kemunduran sepak bola Indonesia secara umum.

“Permohonan maaf ini adalah langkah maju bagi sepakbola Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya. Rivalitas selama 90 menit tersebut jangan sampai berimbas ke ranah yang lebih besar di luar lapangan. Untuk sikap suporter, mungkin ada baiknya komunikasi antar suporter diperbaiki,” tandasnya.

Said Abdullah

Pihaknya berharap, setiap tim yang bertamu ke stadion manapun harus merasakan rasa aman tanpa adanya teror dari pihak manapun. Termasuk Arema Cronus yang telah memberikan pengalaman kepada Madura United, dan tindakan itu tidak terulang kepada klub lain.

Sebelumnya, General manager Arema Cronus, Ruddy Widodo mengungkapkan bahwa kejadian tersebut sangat mencederai sportivitas dan semangat persahabatan yang digalakkan oleh Arema dan Madura United. Dengan dada terbuka pihaknya menyampaikan permintaan maaf.

“Kejadian tersebut sangat kita sesalkan, karena jelas menodai hubungan baik antara Arema dan Madura United, sebab kedua tim selama ini adalah keluarga, teman dan rivalitas hanya ada di atas lapangan selama 90 menit,” ujarnya.

Pengrusakan mobil tim pelatih dan sejumlah mobil suporter Taretan Dhibi’ dirusak oleh oknum Aremania di daerah Singosari Malang usai kedua tim bertanding di Stadion Kanjuruan pada tanggal 2 September lalu. (Marzukiy/choir)

Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional