PortalMadura.com

Pasutri, Ini 7 Posisi Bercinta yang Bisa Anda Coba Saat Tinggal Bersama Mertua

  • Jumat, 13 Oktober 2017 | 21:00
Pasutri, Ini 7 Posisi Bercinta yang Bisa Anda Coba Saat Tinggal Bersama Mertua
ilustrasi
Loading...

PortalMadura.Com – Sebagian Pasangan Suami Istri (Pasutri) yang masih tinggal bersama orang tua atau mertua biasanya mempunyai beberapa masalah, salah satunya urusan ranjang. Karena saat bercinta, Anda dan pasangan biasanya sedikit banyak mengeluarkan suara yang menandakan keseruan dan kenikmatan.

Agar hal itu tidak mengganggu mertua, sebaiknya pasutri berusaha mengeluarkan suara seminimal mungkin, dengan cara posisi bercinta diam-diam yang tentu sensasinya berbeda.

Berikut posisi bercinta yang bisa Anda lakukan bersama pasangan saat berada di rumah mertua:

Lazy Man
Pada posisi ini, pria duduk bersandar bisa di dinding, kepala tempat tidur, atau menggunakan bantal dengan posisi kaki lurus ke depan. Sementara sang wanita duduk di pangkuannya, dengan telapak kaki menginjak kasur.

Posisi ini memungkinkan wanita untuk mengontrol ritme dan tekanan, dengan cara menumpukan gerakan pada bagian depan telapak kaki.

Kenapa sesuai: Dengan posisi seks ini, terjadi lebih sedikit tekanan, dan lebih banyak gerakan naik turun yang memungkinkan Anda dan pasangan saling bertatapan.

Posisi ini juga memperkecil kemungkinan ranjang Anda bergoyang yang kemudian menimbulkan bunyi deritan yang mencurigakan.

Misionaris terbalik
Untuk posisi seks ini, pria dan wanita bertukar posisi. Wanita di atas, dan pria di bawah, dengan wajah saling berhadapan.

Kenapa sesuai: Posisi seks ini memungkinkan penetrasi terjadi dengan gerakan minimal. Dan juga, posisi ini memungkinkan pasangan untuk menutup mulut Anda bisa dengan ciuman saat salah satunya mengeluarkan suara terlalu keras.

Misionaris
Pada posisi klasik ini, pria berada di atas dan wanita terlentang di bawahnya. Untuk efek maksimal, wanita bisa menaikkan kakinya, sehingga melingkari pinggang atau paha pria.

Kenapa sesuai: Sama seperti misionaris terbalik, posisi seks ini mampu meminimalisir suara dan bunyi.

Menyendok Berhadapan
Hampir mirip posisi misionaris, bedanya Anda dan pasangan berbaring dalam posisi miring. Gunakan tangan untuk menopang tubuh bagian atas.

Kenapa sesuai: Posisi ini bekerja karena memungkinan penetrasi yang lambat. Ditambah, wajah Anda berdua akan jadi sangat dekat, sehingga bisa saling membaca ekspresi masing-masing tanpa memerlukan suara.

Berjongkok dan Berlutut
Untuk posisi ini, pria berlutut sementara sang wanita berjongkok di atasnya. Sang wanita bisa menggunakan bahu prianya untuk mempertahankan keseimbangan.

Kenapa sesuai: Posisi seks ini tidak membutuhkan penetrasi yang intens. Ini adalah posisi yang hebat karena memungkinkan Anda untuk membisikkan kata-kata nakal di telinga pasangan.

Face Off
Untuk melakukannya, sang pria bisa duduk di kursi atau pinggir ranjang, sementara wanitanya duduk di pangkuannya, dengan kaki terlipat ke belakang.

Kenapa sesuai: Friksi yang terjadi akan sangat luar biasa. Namun di saat yang sama, tidak akan menimbulkan suara. Dan jika sang pria tidak bisa menahan erangannya, dia bisa membenamkan wajahnya di payudara sang wanita.

The Om
Hampir mirip dengan Lazy Man, namun untuk posisi ini si pria duduk bersila. Wanitanya kemudian duduk di pangkuannya, berhadapan. Untuk sensasi lebih, sang wanita bisa menyilangkan kakinya di belakang punggung pria. Posisi ini mengharuskan Anda berdua untuk terus berpelukan.

Kenapa sesuai: Dengan tangan dan kaki yang saling melingkari satu sama lain, Anda bisa menatap dan membaca ekspresi pasangan secara intens, terutama saat klimaks. Walaupun tanpa suara, Anda akan tahu secara pasti betapa pasangan Anda menikmatinya. (liputan6.com/Desy)

Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional