PortalMadura.com

Pertanyakan Khilafah, Mahfud MD Ajak Perangi Faham Radikalisme

  • Kamis, 29 Juni 2017 | 15:46
Pertanyakan Khilafah, Mahfud MD Ajak Perangi Faham Radikalisme
Mahfud MD di Madura
Loading...

PortalMadura.Com, Bangkalan– Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk ikut andil dalam memerangi tumbuhnya faham radikalisme yang saat ini tengah berkembang di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan dalam acara “Halal Bihalal” yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Bangkalan-Yokyakarta di Dedung Merdeka, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Kamis (29/6/2017).

Menurutnya, masyarakat harus jeli melihat permasalahan yang terjadi di Indonesia saat ini. Masalah yang saat ini terjadi sebenarnya bukan persoalan sistem yang selama ini banyak di permasalahkan oleh sebagian pihak, sehingga ada indikasi gerakan radikal untuk mengganti sistem yang ada di Indonesia saat ini.

“Dalam Undang Undang dasar boleh sistem itu dirubah, misalnya perubahan cara penyelenggara Pemilu dan Presiden dan lain sebagainya, misalnya ada ketidakpuasan dalam sistem ini, ya kita tidak boleh melakukan secara radikal. Boleh dirubah tetapi dengan cara konstitusional, karena cara radikal itu akan membawa korban, pasti itu,” tegas dia.

Dia meminta kepada pihak manapun yang memiliki ide untuk merubah keadaan Indonesia saat ini untuk berdiskusi membicarakan persoalan yang tengah melanda negeri. Persoalannya saat ini adalah keadilan, ketimpangan hukum dan ekonomi.

“Yang menuntut keadilan itu bukan hanya khilafah, tapi juga di Pancasila juga ada keadilan, kalau kita acuannya ketidakadilan banyak khalifah itu yang jahat, membunuh orang Islam, membunuh kiai ulama itu banyak, Anda tahu Yazid bin Muawiyah itu khilafah jahatnya bukan main,” lanjut dia.

Dia menyarankan kepada kelompok manapun untuk melakukan perubahan secara gradual terhadap sistem yang selama ini dianggap kurang berpihak kepada masyarakat. Karena menurutnya undang dan sisitem itu masih bisa dirubah dan diperbaiki.

“Kalau kita mahu radikal tawarannya apa, alternatifnya apa, misalnya khilafah, khilafah yang mana, waktu jamannya Umar namanya Amir waktu jamannya abu bakar khalifah al iIslam. Lalu ada model dinasti fatimiyah, banyak itu macemnya,” punkasnya.(Hamid/Har)

Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional