PortalMadura.com

Sebelum Ditemukan Membusuk, Perempuan ABG Sumenep Pamit Jenguk Gurunya

  • Senin, 31 Oktober 2016 | 21:59
Sebelum Ditemukan Membusuk, Perempuan ABG Sumenep Pamit Jenguk Gurunya
Ist. Barang-barang korban yang melekat ke tubuhnya

PortalMadura.Com, Sumenep – Titin Kholidah (18), warga Dusun Peregi Timur, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Sumenep, Madura, Jawa Timur yang ditemukan tewas membusuk di hutan jati Dusun Gunung Barat, Desa Sergang, Batuputih, sempat pamit pada ibundanya, Maimunah, untuk menjeguk gurunya.

“Sempat pamit untuk menjenguk gurunya yang sakit,” kata salah seorang guru korban, Junaidi, Senin (31/10/2016), menirukan ibunda korban yang sempat memberitahu pada pihak sekolah, jika korban tidak ada di rumah.

Korban pamit, pada hari Jumat (14/10/2016), yakni waktu sekolah libur. Hari Jumat merupakan libur sekolah yang diterapkan di tempat sekolah korban, Madrasah Aliyah (setingkat SMA) Al-Khairuroh Zainus Salim, Kecamatan Ganding, Sumenep.

“Yang aneh. Tidak ada gurunya yang sakit. Guru yang disebut oleh Titin (sapaan korban sehari-hari, red), tidak sakit. Itu hanya alasan yang dibuat-buat,” terangnya.

Junaidi, guru mata pelajaran Matematika di sekolah korban, menjelaskan, bahwa setiap harinya, korban tidak terlihat ada masalah. “Tidak pernah menyendiri, biasa saja seperti teman-teman lainnya,” ucapnya.

Jarak rumah korban ke sekolah berkisar 400 meter. Pengawasan orang tuanya selama ini tergolong ketat. Jika tidak akan masuk sekolah, ibunda korban yang pamit sendiri ke pihak sekolah. “Orang tuanya cukup peduli dan perhatian,” katanya.

Kehidupan korban dari keluarga kurang mampu. Rumah yang di tempati adalah rumah kuno dan kurang perawatan. Namun, tidak pernah terdengar ada cekcok di lingkungan keluarganya.

Korban mempunyai adik perempuan kandung dan kakak perempuan lain ibu. Ia dikenal sebagai siswi yang sopan dan tidak pernah ada masalah dengan teman-teman sekolahnya.

Kecerdasan intelegensi korban tergolong di atas rata-rata. Waktu kelas 3 Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP), pernah meraih rangking kelas. “Saat ini, Titin kelas I Aliyah, kemampuan intelegensinya cukup bagus,” pungkasnya.

Sebelumnya, korban ditemukan warga di hutan jati Dusun Gunung Barat, Desa Sergang, Kecamatan Batuputih, Sumenep, Minggu (30/10/2016) sekitar pukul 14.00 WIB dengan kondisi tubuh membusuk dan sulit dikenali.

Saat ini, jenazah korban masih ada di kamar mayat Rumah Sakit Umum dr Moh Anwar Sumenep. Korban dikenali oleh orang tuanya dari anting-anting, kalung dan gelang tangan yang masih melekat ke tubuhnya.

Putri dari pasangan suami istri (Pasutri) Moh Wardi dan Maimunah ini,  masih aktif sebagai siswi kelas I MA Al Khairuroh Zainus Salim, Kecamatan Ganding, Sumenep. (Hartono)

loading...
Berita Pilihan

Hari Jadi Pamekasan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional