PortalMadura.com

Seorang Gadis Cantik Kesepian Ditengah Keluarga Besar

  • Senin, 4 April 2016 | 10:48
Seorang Gadis Cantik Kesepian Ditengah Keluarga Besar
ilustrasi

PortalMadura.Com – Ini  kisah seorang manusia yang dikurung kesepihan. Seorang gadis kecil yang lahir di keluarga sederhana, mempunyai keluarga besar yang sangat rukun.

Dia anak terakhir, biasanya anak terahir adalah anak yang beruntung, hidupnya di penuhi kebahagiaan tapi berbeda dengan anak ini dari kecil hingga dewasa saat ini dia selalu merasa kesepian, merasa tidak punya siapa-siapa bahkan keluarga yang amat besar terasa sepi baginya.

Seakan dunia pun tidak mau berteman denganya. Setiap dia pergi bermain dengan teman-temannya, dia di ejek Mereka bilang.

“Anak manja jangan main dengan anak manja, nanti kamu di marahi sama ibunya, anak mami, dia selalu minta suapin kalau makan,” dia di tertawakan.

Akhirnya dia pulang, sejak saat itu ia hanya bermain dengan boneka-bonekanya dalam kamar. Banyak orang tua temanya yang memujinya karena tidak pernah main ke luar rumah.

Dan saat itu dia merasa bangga dengan pujian-pujian itu sampai dia menginjak kelas 2 SMP.

Pergaulan pada masa itu seolah berubah. Dia melihat teman-temanya bisa jalan-jalan bersama, berkumpul dan tertawa bersama tapi sayang nasibnya tidak seberuntung teman-temanya.

Terasa masih sama seperti dulu terkurung dalam kamar bersama teman bonekanya, hingga saat ada kesempatan untuk keluar mengerjakan tugas dia sempatkan untuk mampir ke BMG tempat yang tidak pernah terlihat olehnya.

Indah hamparan garam putih tertata rapi disana, semakin ke selatan di temui aliran air yang tampak beberapa hewan kecil berenang. Dia melangkah lebih jauh ke selatan terdengar ombak yang deras dan laut luas di depan mata, di pinggir terdapat pohon yang rindang memberi ke sejukan di udara.

Keindahan yang tak ingin disia-siakan. Terdengar adzan magrib berkumandang, langkah kaki yang tergesa-gesa untuk pulang. Seperti dugaannya  bahwa dia akan mendapatkan amarah dari orang tuanya. Dia terima semua amarah dan berfikir sejenak.

“Aku hanya ingin lihat indahnya alam karna selama ini aku hanya melihat ngedung kamarku, buku, guci dan teman boneka ku saja, aku tak tau nikmatnya berkejar-kejaran dengan teman ku, yang ku tau, aku hanya berbicara dengan boneka yang hanya bisa diam lalu apa yang bisa aku nikmati dalam dunia ini. Makan, minun, jalan, bahkan bertemanpun aku harus berada dalam batasan – batasaan yang menyiksa ini, aku ingin bebas, terbang layaknya kupu – kupu.” Dalam keputusasaan.

Hati merasa kehidupan tak adil, dia merasa selalu sendiri kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaan mereka, buta akan bentuk dunianya, pikiranyan beku akan semua aturan dalam keluarnganya.

Suatu ketika semua keluarganya berkumpul di halaman rumahnya. Dia ingin berada di tengah-tengah keluarganya tapi sayang saat keluar dan duduk di sebalah ibunya, satu persatu saudarnya pergi ada yang bilang mau beli-beli, ada yang mau ke kamar mandi tapi pada akhirnya mereka semua berkumpul lagi tapi tidak denganya, mereka berkumpul di teras rumah neneknya.

Dulu saat masih kecil dia berpikir bahwa dirinya masih terlalu kecil untuk berkumpul dengan saudaranya tapi sekarang dia sudah hampir dewasa, hatinya merasa bahwa tak ada saudara yang menyanyanginya, dia masuk dalam kamar dan menangis bersama teman semasa kecilnya, lalu ibu masuk dan bertanya kenapa ia menangis, hingga pada akhirnya iapun menceritakan semua yang terasa dalam hatinya  dan sempat dia menanyakan.

“Apakah aku tidak pantas ada di antara mereka atau aku memang tak di inginkan oleh mereka, apa mereka sebegitu jijiknya pada ku?,” tanyanya dalam tangis.

Saat itu ibunya bercerita untuk menjawab semua perntanyaan tadi.


loading...

Hari Jadi Pamekasan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional