PortalMadura.com

Simposium Nasional, Bahas Konsep Swasembada Garam di Pamekasan

  • Kamis, 28 Januari 2016 | 15:00
Simposium Nasional, Bahas Konsep Swasembada Garam di Pamekasan
Ketua Dema STAIN Pamekasan Ach. Hariyadi

PortalMadura.Com, Pamekasan – Dewan Mahasiswa (DEMA) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar simposium nasional terkait garam, Kamis (28/1/2016).

Simposium nasional 2016 dengan tema ‘Peta Konsep Swasembada Garam Nasional Serta Peran Pemerintah dan PT Garam Dalam Merealisasikannya’ tersebut dihadiri langsung perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, PT Garam (Persero) Indonesia dan Komisi Garam Kabupaten Pamekasan.

“Kegiatan ini untuk mengetahui konsep realisasi garam di Indonesia, karena selama ini tata niaga garam terutama di Madura belum sepenuhnya berpihak kepada petani garam. Padahal, garam Madura sangat baik,” ujar Ketua Dema STAIN Pamekasan, Ach. Hariyadi.

Kualitas garam Madura yang natural dan original menjadi nilai plus dari sekian daerah di Indonesia yang juga memproduksi garam sebagaimana hasil surve dan kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti beberapa waktu lalu.

Kapolres Sumenep

“Kami sebagai mahasiswa yang nota bene Agent Of Change akan terus mengawal kebijakan garam yang dilakukan pemerintah. Apalagi kami sebagai putra asli Madura yang dikenal dengan pulau garam,” ungkapnya.

Dikatakan, pemerintah dan PT Garam harus sinergi dalam mengatasi persoalan garam yang selama ini masih terombang ambing dengan kebijakan yang tidak menentu atau realisasi di tingkat petani tidak sesuai dengan cita-cita awal pemegang kebijakan.

“Kami sengaja mengundang perwakilan BEM dari semua kampus di Madura agar mengetahui peta konsep persoalan garam yang sesungguhnya. Karena ini menjadi kebutuhan masyarakat, utamanya petani garam,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Garam Pamekasan, A. Miril memberikan apresiasi terhadap kegiatan simposium tersebut karena akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian para petani garam.

“Di Zaman yang serba hedon ini, ternyata masih ada mahasiswa yang peduli dengan lingkungan dan masyarakat. Kegiatan ini perlu diapresiasi oleh semua pihak,” katanya. (Marzukiy/har)

Hut RI
Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional