PortalMadura.com

Subhanallah! Tembus Hujan Pria Ini Pegang Payung Sendiri

  • Jumat, 10 Februari 2017 | 21:39
Subhanallah! Tembus Hujan Pria Ini Pegang Payung Sendiri
Wabup Sumenep, Ach Fauzi, di lokasi bencana alam, Jumat (10/2/2017)

PortalMadura.Com, Sumenep – Tepat jam dinding menunjukkan 13.30 WIB, Jumat (10/2/2017) dengan baju batik warna merah kombinasi cokelat, bergegas menuju mobil C-RV-nya untuk berangkat ke Kecamatan Batuputih, lokasi rumah-rumah warga yang roboh akibat diterjang puting beliung.

Advertisement

Melihatnya masuk mobil, rasa lelah seolah menyelimuti kepergiannya. Tetapi apa boleh buat, menjadi pemimpin memang harus siap melayani. Akhirnya, walaupun dalam keadaan lelah, bersama teman-teman Sahabat Achmad Fauzi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, awan mendung mengiringi laju mobilnya menuju lokasi korban puting beliung tersebut.

Setengah perjalanan, tanda-tanda hujan mulai terlihat. Pun menurut laporan, jalan menuju lokasi puting beliung kurang mengembirakan, berliku dan penuh tanjakan. Namun, bukan dirinya jika rintangan jadi halangan. Bagi sosok yang dikenal rajin turun menyapa rakyat itu sudah biasa menikmati jalan-jalan terjal. Maka saat ada warning, hanya satu kalimat terucap “Menjadi pelayan rakyat harus siap dalam keadaan apapun,” ucap Politisi PDI Perjuangan ini, kepada Portal Madura saat mengikuti perjalanannya.

Sesampainya di lokasi pertama, Dusun Jurgang, Desa Juruan Laok, orang nomor dua di Kota Sumekar itu sudah ditunggu oleh Kepala Desa (Kades) Sanhaji dan aparat desa lainnya serta beberapa warga. Seperti biasa, tanpa dipandu, ia langsung turun dari mobil dan duduk di kursi sederhana yang terbuat dari bambu. Bersama pemilik tempat usaha (warung), Mahyatun (40) yang rusak karena ditimpa pohon tumbang, ia berbicara sembari bersenda gurau. Sesekali terucap, “Yang sabar, ini ujian,” katanya.

Setengah jam berlalu, ia pamit sembari memberikan santunan seadanya.

Sambil mengucap salam, rintik hujan mengiringi kepergiannya menuju lokasi rumah yang lain, tepatnya di Desa Batuputih Daya. Kali ini, apa yang dikhawatirkan terjadi, selama perjalanan menuju lokasi tersebut, selain jalan penuh bebatuan, hujan deras mengguyur. Jalanan licin, bahkan sesekali laju mobil yang ditumpanginya terlihat pelan menembus hujan, apalagi, jalan menuju lokasi rusak dan penuh tanjakan. Dengan sabar, ia tetap melaluinya dengan senang hati.

Setelah melalui perjalanan yang penuh perjuangan, akhirnya ia bersama rombongan tiba di lokasi. Seperti ciri khasnya, caranya memimpin ia lakukan dengan guyub, nyaris tanpa batas kelas. Ia bersama rakyat, terlihat akrab. Beberapa warga, BPBD dan teman-teman Sahabat Achmad Fauzi turut menjadi saksi atas praktik politik horizontal yang ia perankan. Menembus hujan dan pegang payung sendiri telah mengundang decak kagum warga hingga berbondong-bondong menghampiri rumah roboh milik pasutri miskin, Sahmu dan Sahniwa.

Begitulah cara Achmad Fauzi, Wakil Bupati Sumenep ketika meninjau lokasi puting beliung di dua desa. Meskipun sejatinya apa yang yang dilakukan pria yang akrab di panggil Bang Uji bukanlah hal yang luar biasa. Namun, melakukan sesuatu di atas kepentingan dirinya telah memunculkan empati publik. Sehingga setahun memimpin, publik telah memberikan nilai plus, walaupun tak sedikit yang mencibir.

Tetapi cibiran itu dilawan dengan aksi nyata. Sebelumnya, suami Nia Kurnia Achmad Fauzi itu juga sigap ketika warga miskin hidup sebatangkara, termasuk saat Dusun Tengger, Desa Candi Dungkek terkena banjir. Ia langsung memerintahkan dinas terkait agar segera diatasi. Pun sama dengan aksinya Jumat Siang, ia juga mengajak BPBD setempat.

Sungguh dengan gesture yang alamiah, Bang Uji telah membuktikan kepada publik bahwa pemimpin itu bukanlah menjadi tuan, tetapi pelayan. Meskipun political gesture yang ditampilkan Bang Uji seringkali dituding sebagai bentuk pencitraan yang manipulatif dan karikatif. Padahal apa yang dilakukannya itu merupakan salah satu karakter populisnya sejak dulu, baik saat jadi Wabup maupun menjadi orang biasa.

Disela-sela bincang bersama warga, Wabup Fauzi mengungkapkan, bahwa tudingan dan cibiran itu tak lepas dari tipologi pemimpin selama ini jauh dari harapan; hanya berdiri, menikmati kursi, hingga berjarak dengan rakyat.

“Tidak masalah, pemimpin itu memang harus sabar dan ikhlas dalam keadaan apapun, tudingan dan kritikan sebentuk masukan konstruktif agar pemimpin bekerja dengan baik dan benar. Dan itu wajar diterima oleh seorang pemimpin,” katanya.

Usai bertemu dengan pemilih rumah yang roboh, beberapa warga yang ikut menyaksikan Achmad Fauzi menembus hujan ikut berucap. “Jika seperti ini, kami merasa punya wakil, sebab walaupun hujan-hujan seperti masih sempat turun,” kata salah satu warga setempat, Misnawi (30) yang menyaksikan Wabup mengunjungi korban.

Hal senada juga disampaikan oleh warga bernama Uwen (40). Ia mengaku bangga sama Achmad Fauzi. “Walaupun hujan-hujan begini masih disempatkan kesini. Semoga Pak Fauzi diberikan kesehatan dan keberkahan,” tegsanya.

Pemilik rumah, Sahmu dan Sahniwa mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada Wabup bersama rombongan pemerintah setempat. Bahkan ia mengaku, didatangi saja sudah lebih dari cukup. “Apalagi kami dibantu sama Pak Wakil Bupati dan pemerintah. Mator sakalangkong,” ucap Sahmu saat menerima tali asih dari Wabup Sumenep. (SN/Hartono)

Advertisement
loading...
Advertisement
Iklan Murah
loading...

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional