PortalMadura.com

Waspada! Ini 3 Sikap Orangtua yang Bikin Anak Tidak Percaya Diri

  • Jumat, 2 Desember 2016 | 07:00
Waspada! Ini 3 Sikap Orangtua yang Bikin Anak Tidak Percaya Diri
ilustrasi

PortalMadura.Com – Semua orangtua pasti menginginkan anak-anaknya tumbuh dan berkembang dengan baik. Sayangnya, sebagian dari mereka lupa bahwa ada peran pola asuh orang tua dalam tumbuh kembang setiap anak.

Cara Anda mendidik dan bersikap bisa sangat mempengaruhi perkembangan si buah hati. Anak juga perlu bantuan Anda untuk bisa tumbuh jadi pribadi yang percaya diri. Namun, terkadang ada sikap orangtua yang malah bisa melenyapkan rasa percaya diri anak. Lantas, sikap seperti apakah itu?.

Berikut tiga sikap orangtua yang dapat melenyapkan rasa percaya diri anak:

Mengatakan “Ini Sih Gampang”
Saat anak sedang berusaha melakukan sesuatu, Anda sebagai orang dewasa mungkin melihatnya dia sedang melakukan hal yang mudah. Akan tetapi, bagi anak bisa merasakannya sebagai sesuatu yang berat.

“Ini sih gampang, kamu bisa melakukannya,” kalimat seperti itu sepintas positif dan memberi semangat, tapi anak bisa mengartikannya secara berbeda. Dalam hatinya seorang anak akan merasa, “Pasti ada yang salah denganku karena hal ini bagiku terasa sulit, aku pasti bodoh.” Sehingga ia jadi merasa ingin segera menyerah dan rasa percaya dirinya pun menurun.

Sebagai solusinya, coba Anda katakan pada anak Anda, “Hal ini mungkin sulit, kamu bisa melakukannya saat terus berusaha.” Jadi ketika anak berhasil melakukan hal tersebut ia akan mengatakan pada dirinya sendiri, “Aku berhasil melakukan sesuatu yang sulit.” Jadi dia merasakan sebuah kepuasan sendiri saat bisa melakukan sesuatu dengan sendirinya.

Terlalu Sering Turun Tangan Membantu Anak
Anak-anak lebih suka melakukan sesuatu sendiri atau secara mandiri, karena hal ini bisa memberi semacam kepuasan dan pencapaian sendiri. Sayangnya, orangtua lebih sering turun tangan meringankan hal yang sedang dilakukan anak.

Jika orangtua sering membantu anak, anak bisa makin ketergantungan dan dalam hatinya ia bisa merasa, “Aku memang tidak bisa melakukannya, jadi biar orang lain yang melakukannya”.

Agar rasa percaya diri anak meningkat, izinkan ia melakukan sesuatu sendiri. Jika sesuatu terlalu sulit baginya, Anda bisa memecah atau membagi hal tersebut dan membiarkannya melakukan hal yang sanggup dia lakukan. Saat seorang anak berhasil melakukan sesuatu sendiri, ada rasa kepuasan dan rasa percaya dirinya pun meningkat.

Panik Berlebihan Saat Anak Melakukan Kesalahan
Kesalahan sudah menjadi bagian dari hidup, cuma yang sering dilakukan orangtua adalah terlalu melindungi anak dari berbuat kesalahan. Mungkin kelihatannya tidak berdampak apa-apa tapi hal ini justru bisa menghancurkan rasa percaya diri anak.

Kesalahan itu menyakitkan, tapi justru dari situ bisa membantu diri anak berkembang kalau bisa diatasi dengan baik. Jika anak berbuat salah, jangan panik berlebihan. Beri arahan ia untuk memperbaiki kesalahan tersebut dan mengambil pelajaran dari kesalahan itu.

Urusan mengasuh dan mendidik anak melibatkan kemampuan untuk terus mau belajar. Orangtua harus terus mencari banyak referensi untuk memilih pola asuh yang tepat untuk anak-anaknya.

Setiap anak itu istimewa, tugas Anda lah untuk membantunya mengembangkan potensi dan kemampuannya yang terbaik. (vemale.com/nia)

loading...

Hari Jadi Pamekasan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional