oleh

6 Cara Masak Makanan Sehat Agar Nutrisinya Tak Hilang

PortalMadura.Com – Semua orang dianjurkan untuk selalu mengonsumsi makanan sehat dan kaya akan gizi. Hal tersebut tidak lain agar tubuh tercukupi segala nutrisinya. Dengan begitu, seseorang akan lebih bertenaga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Namun selain itu, cara Anda memasak makanan sehat ternyata juga tidak kalah pentingnya bagi tubuh Anda. Bagaimana tidak, sampai saat ini masih banyak orang yang mengabaikan proses pengolahan makanan dengan baik.

Misalnya, Anda tentu tahu bahwa menggoreng akan menambahkan banyak lemak jenuh pada makanan, atau merebus secara berlebihan dapat melarutkan beberapa vitamin pada sayuran. Tapi, tidak sedikit seseorang yang masih tetap mengonsumsinya walaupun makanan itu jelas tidak sehat.

Nah, supaya efek makanan sehat jadi maksimal dan Anda tidak kehilangan manfaatnya, yuk cari tahu cara memasak beberapa makanan sehat berikut, seperti dilansir Suara.com yang dikutip dari Healthy and Natural World:

Brokoli

Brokoli merupakan sayuran hijau yang mempunyai sumber sulforaphane, komponen yang secara ilmiah terbukti memiliki sifat anti kanker. Enzim myrosinase, yang ditemukan dalam brokoli, sangat penting untuk pembentukan sulforaphane.

Jadi, apabila Anda menghancurkan enzim ini saat memasak brokoli secara berlebihan, maka Anda juga akan merusak sifat anti-kanker pada sayuran ini.

Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada November 2013 di American Institute for Cancer Research (AICR) membandingkan cara memasak brokoli dengan microwave dan mengukus brokoli. Para peneliti menemukan bahwa mengukus brokoli hingga lima menit adalah cara terbaik untuk menjaga kandungan enzim myrosinase. Sedangkan jika memasak dan memanaskan dalam microwave selama satu menit atau kurang justru akan menghancurkan sebagian besar enzim tersebut.

Tomat

Umumnya tomat digunakan untuk jus atau pendamping masakan. Buah ini mengandung antioksidan kuat yang disebut likopen, yang dikaitkan dengan pengurangan risiko berbagai jenis kanker.

Menurut American Institute for Cancer Research, memasak tomat selama beberapa menit akan membantu meningkatkan kadar likopen dibandingkan dengan tomat yang belum dimasak.

Untuk mendapatkan manfaat lain dari buah tomat, Anda bisa menambahkan sedikit minyak zaitun ke tomat yang dimasak. Pasalnya, hal itu akan semakin meningkatkan jumlah likopen yang diserap dalam tubuh.

Bawang Putih

Hampir setiap masakan seseorang selalu menggunakan bawang putih untuk membuatnya nikmat. Terlebih soal harum dan enaknya bawang ini, Anda juga perlu tahu pengolahan yang tepat agar mendapatkan manfaat sehatnya.

Pasalnya, jika Anda menghancurkan atau memotong bawang putih dan kemudian menunggu 10-15 menit sebelum memanaskannya, maka akan terbentuk phytochemical yang disebut allicin yang membantu melawan banyak penyakit.

Baca Juga : Ketahuilah, 5 Cara Memasak Sayuran agar Gizi Tidak Hilang

Allicin dibuat dalam reaksi kimia antara komponen yang disebut alliin dan enzim alliinase. Ketika bawang putih utuh, alliin dan alliinase dipisahkan. Tetapi ketika Anda mencincangnya, kedua komponen akan bercampur dan membuat allicin.

Loading...

Jadi, sebelum memasukkan irisan bawang putih ke dalam wajan panas, sebaiknya tunggu selama beberapa menit dan biarkan enzim alliinase bekerja membentuk allicin.

Kentang

Kentang akan menghasilkan bahan kimia yang disebut akrilamida dalam metode memasak tertentu. Studi telah menemukan bahwa akrilamida tingkat tinggi dapat meningkatkan risiko kanker pada hewan, dan banyak ahli percaya bahwa ada kemungkinan bahwa ini juga terjadi pada manusia.

Secara umum, kemungkinan pembentukan akrilamida meningkat ketika makanan disiapkan untuk waktu yang lebih lama di suhu tinggi, seperti menggoreng atau memanggang.

Rekomendasi yang diterbitkan oleh Food and Drug Administration (FDA) pada November 2013, jangan menyimpan kentang di lemari es karena ini dapat meningkatkan pembentukan akrilamida saat dipanggang atau digoreng. Disarankan untuk menyimpan kentang di tempat gelap dan dingin seperti lemari atau dapur.

Selain itu, disarankan untuk merendam potongan kentang dalam air selama 15-30 menit sebelum menggoreng atau memanggangnya untuk mengurangi jumlah bahan kimia yang akan terbentuk selama proses pemasakan.

Daging

Menu olahan daging rasanya tidak pernah sepi peminat, jika dimasak dengan cara apapun daging selalu menunjukkan cita rasa yang enak dan lezat. Selain tentang rasanya, Anda juga perlu tahu teknik pengolahannya yang benar.

Sebagaimana sebuah studi menunjukkan, bahwa ada hubungan antara cara pengolahan daging dengan risiko yang terkait dengan berbagai jenis kanker. Pemanasan daging pada suhu tinggi menyebabkan pembentukan komponen yang dapat membahayakan DNA manusia dan meningkatkan risiko kanker.

Jadi, cara terbaik untuk menghindari ini adalah menyiapkan daging pada suhu yang lebih rendah, misalnya memasak atau memanggang daging di atas arang.

Jika Anda memutuskan untuk memanggang daging di atas arang, disarankan untuk memanggang di atas bara yang telah berubah menjadi abu dan tidak di atas api, serta buang bagian yang hangus. Untuk membantu mencegah pembentukan komponen penyebab kanker, yang terbaik adalah membalik daging sesering mungkin dan terus mengipasinya.

Menurut American Institute for Cancer Research, mengasinkan daging dengan bumbu dan rempah sebelum dipanggang dapat mengurangi pembentukan karsinogen.

Sayuran

Sebagian orang menganggap bahwa sayuran yang dimasak tidak sampai layu rasanya kurang enak. Jadi, mereka memasaknya dalam waktu yang cukup lama. Padahal, cara ini justru salah dan tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Pasalnya, memasak sayuran terlalu lama dapat menyebabkan hilangnya berbagai vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin C dan asam folat, serta beberapa phytochemical.

Untuk memaksimalkan potensi anti kanker dari sayuran, American Institute for Cancer Research merekomendasikan Anda untuk mengukusnya, memanggangnya dalam oven, menumis, atau memakannya mentah. Jika Anda masih ingin memasak sayuran, tambahkan air secukupnya hanya untuk menutupi bagian bawah panci dan masak sampai sayuran lunak.

Juga disarankan untuk menambahkan sedikit lemak sehat pada sayuran seperti minyak zaitun, alpukat, dan kacang-kacangan. Karena lemak membantu menyerap nutrisi sehat seperti beta karoten dan vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, E, dan K.


Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : suara.com


Berita PortalMadura
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE