Polisi Bangkalan Luka Parah Usai Duel Sengit dengan Terduga Pencuri Sapi

Avatar of PortalMadura.com
Polisi Bangkalan luka parah disabet parang terduga pencuri sapi. Pelaku tewas usai duel sengit di Desa Kapor, 13 Desember 2025
Polisi Bangkalan luka parah disabet parang terduga pencuri sapi. Pelaku tewas usai duel sengit di Desa Kapor, 13 Desember 2025.

PortalMadura.comSeorang anggota Satreskrim Polres Bangkalan, Briptu Khairul Mufid, terbaring lemah di RSUD Syamrabu Bangkalan, Sabtu (13/12/2025) malam, usai disabet parang oleh terduga pelaku pencurian hewan ternak. Peristiwa itu terjadi dalam operasi penangkapan di Desa Kapor, Kecamatan Burneh, yang berujung pada tewasnya pelaku berinisial AM (35).

Mufid mengalami dua luka serius: di perut sisi depan kanan dan pinggang bagian belakang kiri. Saat dijenguk oleh Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono, ia menceritakan detik-detik mencekam pengejaran yang berlangsung hingga 3 kilometer memasuki perkampungan.

“Saat AM turun dari mobil, langsung menodongkan parang ke Fauzi, lalu kabur. Saya kejar sendirian awalnya. Dia bawa senter, arahkan ke mata saya—sangat silau,” ungkap Mufid.

Operasi yang melibatkan sembilan personel Satreskrim dimulai Jumat (12/12/2025) malam sekitar pukul 22.00 WIB, menyusul laporan warga tentang maraknya pencurian sapi di sejumlah desa di Kecamatan Burneh.

AM, warga Desa Perreng, merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan yang pernah diamankan pada 2020. Saat dihadang polisi di Desa Kapor, ia tidak hanya menolak menyerah, tetapi justru menyerang dengan parang.

“Saya sempat rebut satu parang dari kirinya, tapi ternyata dia bawa cadangan. Parang kedua itulah yang melukai saya. Saya langsung lepaskan tembakan peringatan,” kata Mufid.

Menurut Kapolres Hendro, petugas telah melepaskan dua tembakan peringatan, namun AM malah semakin agresif dan mengacungkan parang ke arah polisi. Terpaksa, tim mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak kaki kiri pelaku sebanyak tiga kali.

Meski tertembak, AM masih berusaha melawan hingga akhirnya lemas. Ia segera dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong akibat kehabisan darah.

Insiden tersebut terekam kamera CCTV warga dan viral di media sosial. Dalam rekaman berdurasi 41 detik, terlihat dua polisi mengejar seorang pria sambil berteriak “maling”. Pria itu kemudian berbalik, menghunus parang, disusul lima kali suara tembakan.

Dalam operasi tersebut, polisi juga mengamankan satu tersangka lain berinisial Z, sedangkan satu pelaku lagi, berinisial S, masih dalam pengejaran.

“Ini merupakan tindakan terukur untuk melindungi nyawa petugas. Pelaku tidak hanya membahayakan, tapi juga menolak menyerah meski sudah diberi peringatan,” tegas Hendro, didampingi Kasat Reskrim AKP Hafid Dian Maulidi dan Kasi Humas Ipda Agung Intama.

Jenazah AM telah dimakamkan di Desa Perreng, Kecamatan Burneh, Sabtu siang sekitar pukul 12.30 WIB. Sementara itu, Briptu Mufid masih menjalani perawatan intensif di RSUD Syamrabu Bangkalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses