PortalMadura.com–Bagi masyarakat Jawa, weton bukan sekadar penanda hari lahir, melainkan panduan hidup yang dipercaya turun-temurun untuk menentukan hari baik, memahami watak, hingga merancang momen penting seperti pernikahan. Memasuki tahun 2026, detikJateng menyediakan Kalender Jawa lengkap yang mencakup weton, hari pasaran, serta penanggalan Hijriah—disusun berdasarkan data resmi Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 dari Kementerian Agama.
Menurut jurnal el-Qanuniy karya ST Nor Hidayati dan Muhammad Luthfilhakim, weton berasal dari kata Jawa “wetu” yang berarti “lahir”. Secara istilah, weton adalah gabungan antara hari dalam kalender Masehi (Senin, Selasa, dst.) dan hari pasaran Jawa yang berjumlah lima: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Contohnya: Jumat Wage, Minggu Legi, atau Rabu Kliwon.
Tradisi ini masih sangat hidup, terutama di pedesaan Jawa. Sebagaimana diungkap dalam dokumen Repository Universitas Airlangga, weton kerap digunakan untuk menentukan tanggal pernikahan yang harmonis dan menganalisis kepribadian seseorang.
Berikut contoh awal tahun 2026 dalam Kalender Jawa:
- Kamis Pon, 1 Januari 2026 / 12 Rejeb 1959 Dal
- Jumat Wage, 2 Januari 2026 / 13 Rejeb 1959 Dal
- Sabtu Kliwon, 3 Januari 2026 / 14 Rejeb 1959 Dal
Dan seterusnya hingga 31 Desember 2026, yang bertepatan dengan Kamis Pahing / 21 Rejeb 1960 Ba’.
Kalender ini mencakup pergantian bulan Jawa seperti Rejeb, Ruwah, Poso, Sawal, Selo, Besar, hingga Suro, serta menandai transisi tahun Jawa dari 1959 Dal ke 1960 Ba’ pada pertengahan Juni 2026.
Bagi yang membutuhkan versi cetak atau digital, kalender Jawa 2026 dalam format PDF bisa diunduh melalui tautan resmi:
Dengan kalender ini, masyarakat—baik yang tinggal di Jawa maupun perantau—bisa tetap terhubung dengan akar budaya sekaligus merencanakan aktivitas penting berdasarkan tradisi leluhur.





