PortalMadura.com–Laga pekan ke-12 Liga Pro Saudi bakal menyajikan pertarungan penuh gengsi saat Al Nassr menjamu Al Ahli di Stadion Al-Awwal Park, Jumat (3/1/2026). Laga ini menjadi ajang balas dendam bagi Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya, yang sebelumnya kalah dramatis 5-4 lewat adu penalti dari Al Ahli di final Piala Super Saudi September lalu.
Pelatih Al Nassr, Jorge Jesus, menegaskan timnya siap tampil maksimal demi membalas kekecewaan di partai final tersebut. “Kami belajar dari kekalahan itu. Sekarang, kami lebih siap—secara taktik, mental, dan kekompakan,” ujarnya dalam sesi konferensi pers jelang pertandingan.
Al Nassr datang ke laga ini dengan catatan impresif: tak terkalahkan dalam 11 laga awal musim, dengan 10 kemenangan dan satu hasil imbang 2-2 melawan Al-Ettifaq pekan lalu. Dua gol dalam laga tersebut dicetak oleh Ronaldo dan Joao Felix, menunjukkan kembali ketajaman lini depan mereka.
Di sisi lain, Al Ahli—yang bermarkas di Jeddah—tampil kurang konsisten meski sukses mengangkat trofi Piala Super. Mereka kini duduk di posisi keempat klasemen dengan 22 poin, hasil dari enam kemenangan, empat seri, dan satu kekalahan—satunya-satunya kekalahan musim ini terjadi saat melawan Al-Fateh. Namun, performa terbaru mereka cukup meyakinkan usai menang 2-0 atas Al Feiha berkat gol Ivan Toney dan Roger Ibanez.
Rivalitas antara Al Nassr dan Al Ahli bukan sekadar pertarungan dua klub, melainkan benturan identitas dua kota besar Arab Saudi: Riyadh melawan Jeddah. Pertemuan pertama mereka terjadi pada 1977 di Liga Pro Saudi, dan sejak itu, 86 pertandingan telah digelar di semua kompetisi. Al Nassr unggul tipis dengan 39 kemenangan berbanding 39 milik Al Ahli—meski dalam statistik gol, Al Ahli sedikit lebih produktif (138 berbanding 131).
Sejarah mencatat, Al Nassr dan Al Ahli kerap tampil dalam laga-laga epik. Salah satunya adalah pertandingan 22 September 2023 yang berakhir 4-3 untuk kemenangan Al Nassr, dan tentu saja final Piala Super 2025 yang berlangsung dramatis hingga adu penalti. Dalam lima pertemuan terakhir, Al Nassr menang tiga kali, sementara Al Ahli menang sekali dan sekali berakhir imbang.
Di sisi individu, nama Omar Al-Somah masih menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Al Nassr. Striker asal Suriah itu telah mencetak 11 gol dalam pertemuan liga antara kedua tim—jumlah terbanyak sepanjang masa. Sementara itu, Cristiano Ronaldo baru menyumbang tiga gol, tetapi peluangnya untuk menambah catatan itu terbuka lebar mengingat performanya yang sedang dalam tren positif.
Dari sisi trofi, Al Ahli masih unggul secara keseluruhan dengan 30 gelar dibanding 25 milik Al Nassr. Namun, Al Nassr memimpin dalam jumlah gelar Liga Pro Saudi (10 berbanding 9).
Laga Jumat ini bukan hanya soal poin, tapi juga harga diri. Bagi Ronaldo, ini kesempatan membayar kegagalan September lalu. Bagi Al Ahli, ini ujian untuk membuktikan bahwa kemenangan di Piala Super bukan keberuntungan semata. Satu hal pasti: penonton di seluruh dunia bisa menantikan laga penuh gairah, gengsi, dan aksi individu dari para bintang lapangan hijau.





