PortalMadura.com–Xiaomi resmi meluncurkan 17 Ultra di pasar China pada Desember 2025, membawa terobosan teknologi kamera yang berpotensi mengubah standar fotografi ponsel global. Ponsel flagship ini dijadwalkan masuk pasar Eropa dan Inggris dalam beberapa bulan ke depan, meski tidak akan tersedia resmi di Amerika Serikat.
Berbeda dari pendahulunya yang hanya mengandalkan peningkatan bertahap, 17 Ultra hadir dengan inovasi hardware signifikan. Sensor utama kini menggunakan chip LightFusion 1050L yang mengadopsi teknologi LOFIC HDR (Lateral Overflow Integration Capacitor). Teknologi ini memungkinkan ponsel menangkap rentang dinamis hingga 20 stop—jauh melampaui 12-15 stop pada kebanyakan ponsel saat ini—hanya dari satu jepretan, tanpa perlu menggabungkan beberapa eksposur seperti sistem HDR konvensional.
“LOFIC HDR bekerja di level hardware, bukan sekadar software. Hasilnya lebih natural tanpa artefak digital yang sering muncul pada pemrosesan AI berlebihan,” ungkap analis teknologi dari GSM Arena yang memantau pengembangan sensor ini. Teknologi serupa juga sedang dikembangkan Samsung, Apple, dan Sony, menandai pergeseran industri dari dominasi AI ke inovasi sensor fisik.
Kamera telefoto 200 megapiksel menjadi sorotan lain berkat kemampuan zoom optik kontinyu dari 75mm hingga 100mm. Berbeda dengan ponsel lain yang memaksa pengguna memilih level zoom tertentu (3x, 5x, atau 10x), sistem ini memungkinkan transisi halus layaknya kamera mirrorless profesional.
Kolaborasi Xiaomi dengan Leica semakin dalam pada generasi ini. Edisi khusus “Xiaomi 17 Ultra by Leica” hadir dengan logo merah ikonik, aplikasi fotografi eksklusif, tone warna khas Leica, serta cincin fisik di bodi belakang untuk mengatur fokus, zoom, atau kompensasi eksposur secara manual—fitur langka di segmen ponsel.
Spesifikasi lain tak kalah mengesankan: chipset Snapdragon Elite Gen 5, RAM hingga 16GB, penyimpanan 1TB, baterai 6.800mAh (versi China) dengan pengisian kabel 90W dan nirkabel 50W. Dengan ketebalan 8,29mm, Xiaomi menyebutnya sebagai Ultra phone tertipis yang pernah mereka produksi. Ponsel ini juga memiliki sertifikasi IP68 untuk ketahanan air dan debu.
Menariknya, Xiaomi sengaja melewatkan nomor “16” dalam penamaan seri Ultra demi menyelaraskan jadwal rilis global dengan siklus iPhone 17 Apple. Keputusan strategis ini menegaskan ambisi Xiaomi menyaingi raksasa teknologi Barat di segmen premium.
Bagi fotografer profesional yang kerap frustrasi dengan hasil kamera ponsel yang terlalu diproses AI, 17 Ultra menawarkan pendekatan berbeda: mengandalkan inovasi sensor fisik dan kontrol manual ala kamera konvensional. Dengan kombinasi LOFIC HDR, zoom kontinyu, dan sentuhan Leica, ponsel ini diprediksi menjadi salah satu kandidat terkuat sebagai kamera phone terbaik 2026.
Baca Juga:





