PortalMadura.com–Euforia kemenangan Borneo FC Samarinda atas PSIM Yogyakarta di Stadion Segiri belum lama ini langsung diwarnai kabar mengejutkan. Pemain andalan asal Argentina, Mariano Peralta, dikabarkan akan segera hengkang ke klub sesama peserta Liga Indonesia musim 2025/2026 dalam skema transfer besar yang berpotensi mencetak rekor sejarah kompetisi nasional.
Kabar ini mencuat dari lingkaran internal klub pada awal Februari 2026, meski hingga kini manajemen Borneo FC belum memberikan konfirmasi resmi. Kepergian Peralta tentu menjadi pukulan telak bagi suporter Pesut Etam yang tengah menikmati performa apik sang penyerang sayap berusia 27 tahun tersebut.
Peralta memang sedang berada di puncak kariernya bersama Borneo FC. Memasuki musim keduanya di Kalimantan Timur, ia telah mencetak 10 gol dan 8 assist dalam 18 penampilan. Statistik impresif ini membuat nilai pasarnya melonjak signifikan menjadi Rp10,43 miliar berdasarkan data Transfermarkt per Februari 2026—angka yang belum pernah dicapai pemain asing di kompetisi domestik dalam beberapa tahun terakhir.
Langkah potensial melepas pemain bintang bukan hal baru bagi manajemen Borneo FC yang dikenal piawai mengelola aset pemain untuk stabilitas finansial jangka panjang. Sebelumnya, klub melepas Matheus Pato ke klub luar negeri saat performanya sedang memuncak. Terbaru pada Januari 2026, gelandang Brasil Joel Vinicius dilepas ke Arema FC dengan nilai transfer menguntungkan.
“Jika terealisasi, ini bisa menjadi saga transfer terbesar dalam sejarah Liga Indonesia modern,” ungkap pengamat sepak bola nasional Rendra Wijaya kepada media, Senin (2/2/2026). Ia menambahkan bahwa keputusan menjual pemain saat nilai pasarnya mencapai puncak merupakan strategi bisnis wajar, meski berisiko mengganggu stabilitas tim di tengah persaingan ketat perebutan gelar juara.
Kabar kepergian Peralta langsung memicu perdebatan di kalangan suporter. Di satu sisi, mereka kecewa kehilangan pemain kunci di tengah musim kompetisi. Di sisi lain, sebagian memahami kebijakan bisnis klub yang selama ini menjaga Borneo FC tetap kompetitif secara finansial di tengah fluktuasi industri sepak bola nasional.
Hingga Senin (2/2/2026), pihak manajemen Borneo FC masih menolak berkomentar mengenai klub tujuan Peralta maupun nominal transfer yang disepakati. Yang pasti, siapa pun klub yang menginginkan jasa sang penyerang Argentina harus siap mengeluarkan dana besar untuk memboyongnya keluar dari Stadion Segiri. Keputusan final kemungkinan akan diumumkan dalam sepekan ke depan menjelang penutupan bursa transfer paruh musim.
Baca Juga:




