PortalMadura.com–Stadion Giuseppe Sinigaglia akan menjadi saksi pertarungan kontras pada Senin (16/2) pukul 15.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB, ketika Como menjamu Fiorentina dalam lanjutan Serie A 2025/2026. Dua tim yang sama-sama berbasis di Italia utara ini hadir dengan nasib berbeda: tuan rumah sedang menikmati masa keemasan di bawah asuhan Cesc Fábregas, sementara tamu terjebak dalam krisis yang mengancam degradasi.
Performa Como musim ini mencuri perhatian jagat sepak bola Italia. Sejak Fábregas mengambil alih kursi kepelatihan pada 2024, klub yang dua tahun lalu masih berjuang promosi dari Serie B kini menempati posisi kualifikasi Liga Europa di klasemen sementara. Puncaknya, Como baru saja menyingkirkan Napoli lewat adu penalti di perempat final Coppa Italia dan melaju ke semifinal—pencapaian yang tak pernah terbayangkan oleh suporter setia klub asal Danau Como tersebut.
“Saya melihat potensi besar di sini sejak hari pertama,” ujar Fábregas dalam konferensi pers jelang pertandingan, dikutip dari situs resmi klub. “Para pemain percaya pada sistem permainan kami, dan itu terlihat di setiap laga.”
Kebalikan dari kisah sukses Como, Fiorentina justru terpuruk di posisi zona degradasi dengan hanya mengumpulkan 19 poin dari 24 pertandingan. Performa inkonsisten dan rentetan hasil negatif membuat pelatih Vincenzo Italiano mendapat tekanan dari manajemen dan suporter. Kekalahan 0-3 dari Lazio pada pekan lalu memperparah situasi, memaksa La Viola—julukan Fiorentina—harus meraih kemenangan demi menjauh dari jurang degradasi.
Data statistik memperlihatkan dominasi Como di kandang musim ini: lima kemenangan dan dua hasil imbang dari tujuh laga terakhir di Stadion Sinigaglia. Sementara Fiorentina hanya mampu membawa pulang tiga poin dari lima laga tandang terakhir mereka di Serie A.
Kendati demikian, sejarah pertemuan memberikan sedikit harapan bagi Fiorentina. Dalam lima duel terakhir kedua tim di semua kompetisi, La Viola unggul dengan tiga kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan. Namun catatan tersebut berasal dari era sebelum Fábregas mengubah wajah Como menjadi kekuatan baru di pentas Italia.
Laga sore ini juga menjadi ajang pembuktian bagi manajemen Como yang dikabarkan tengah menyiapkan perpanjangan kontrak jangka panjang untuk Fábregas. Performa impresif sang pelatih Spanyol—yang kini berusia 38 tahun—telah menarik minat sejumlah klub besar Eropa, namun presiden klub Dennis Wise berkomitmen mempertahankannya dengan menyiapkan klausul buyout yang signifikan.
Pertandingan Como kontra Fiorentina dapat disaksikan secara langsung melalui siaran televisi beIN Sports 2 dan streaming di platform resmi mulai pukul 21.00 WIB. Kemenangan bagi Como akan memperkuat posisi mereka di papan atas, sementara Fiorentina wajib meraih tiga poin untuk menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Italia musim depan.





