PSSI mungkin harus menelan kekecewaan. Pascal Struijk, bek keturunan Indonesia yang pernah diincar untuk dinaturalisasi, justru tampil gemilang di Liga Inggris. Pemain Leeds United ini bahkan dinobatkan sebagai salah satu pembelian terbaik sepanjang sejarah klub oleh media Inggris, Football Fancast, Sabtu (21/2/2026).Dalam lima tahun terakhir, PSSI gencar menjalankan program naturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia. Sekitar 15 pemain keturunan berhasil direkrut, antara lain Kevin Diks, Jay Idzes, dan Calvin Verdonk. Kontribusi mereka signifikan: Timnas Indonesia lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023, meroket di peringkat FIFA, dan melaju ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Namun, tidak semua pemain keturunan menerima tawaran tersebut. Pascal Struijk, bek tengah Leeds United yang memiliki darah Indonesia dari sang ibu, memilih menolak. Meski mengakui adanya minat dari PSSI, ia menegaskan fokus utamanya adalah membantu Leeds bertahan di Premier League.
“Saya senang melihat antusiasme penggemar Indonesia. Itu menunjukkan betapa besarnya cinta mereka pada sepak bola,” ujar Struijk seperti dilansir ESPN Belanda. “Tapi saat ini, prioritas saya adalah mengakhiri musim dengan kuat bersama Leeds.”
Struijk juga mengungkapkan harapannya untuk suatu saat dipanggil Timnas Belanda. Ia menilai konsistensi penampilan di level tertinggi menjadi kunci mewujudkan impian tersebut.
Kontribusi Struijk di Leeds United
Keputusan Struijk menolak naturalisasi bisa jadi membuat PSSI berpikir ulang. Pasalnya, rekam jejak pemain 24 tahun ini di Leeds United sangat impresif. Dirilis Football Fancast, Struijk bergabung secara gratis dari Ajax pada musim panas 2018. Awalnya hanya tampil lima kali di musim promosi, ia perlahan menjadi pilar pertahanan utama di era pelatih Marcelo Bielsa.
Hingga kini, Struijk telah mencatatkan 184 penampilan untuk Leeds, membantu klub meraih promosi dua kali, dan kerap mengenakan ban kapten. Di musim 2025/2026, ia tetap menjadi pilihan utama dengan 23 penampilan di seluruh kompetisi, terutama setelah pelatih Daniel Farke beralih ke formasi tiga bek.
Nilai pasar Struijk pun meroket. Transfermarkt mencatatnya senilai £17 juta, setara dengan pemain bernilai tertinggi di Leeds seperti Anton Stach, Ethan Ampadu, dan Wilfried Gnonto. Angka ini bahkan melampaui Dominic Calvert-Lewin yang dihargai £12,5 juta.
“Kepindahan Struijk ke Leeds pada 2018 layak dicatat sebagai salah satu keputusan transfer terbaik klub dalam beberapa tahun terakhir,” tulis Football Fancast. “Jika ia terus konsisten, perannya akan semakin vital bagi Leeds di paruh akhir musim ini.”





