PortalMadura.com, Jakarta – Nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau masih mengalami tekanan pada perdagangan Kamis (23/4/2026). Mata uang Garuda tertahan di kisaran level Rp 17.100 per dolar AS, dipicu oleh kombinasi sentimen geopolitik global dan penantian pasar terhadap kebijakan suku bunga domestik.
Berdasarkan data pasar terbaru, Rupiah dibuka pada level yang cenderung stagnan dengan fluktuasi tipis di pasar spot. Kondisi ini melanjutkan tren dari penutupan perdagangan sebelumnya di mana Rupiah berada di angka Rp 17.179 per dolar AS menurut kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia.
Sentimen Global dan Ketegangan Geopolitik
Analis pasar uang menilai bahwa tekanan terhadap Rupiah saat ini masih didominasi oleh faktor eksternal. Salah satu pemicu utamanya adalah ketidakpastian negosiasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko di pasar berkembang.
Selain itu, ekspektasi kebijakan bank sentral AS (The Fed) yang tetap mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lama turut memberikan penguatan pada indeks dolar AS. Hal ini secara otomatis menekan mata uang regional, termasuk Rupiah.
Langkah Stabilisasi Bank Indonesia
Di sisi domestik, pelaku pasar saat ini tengah mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Banyak pihak memprediksi Bank Indonesia akan tetap mempertahankan suku bunga acuan guna menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian global.
“Komitmen Bank Indonesia dalam melakukan intervensi di pasar valas dan menjaga cadangan devisa menjadi kunci agar pelemahan Rupiah tidak terjadi terlalu dalam,” tulis laporan analisis pasar hari ini.
Prediksi Kurs Rupiah
Para analis memproyeksikan pergerakan Rupiah pada hari ini akan berada dalam rentang harga sebagai berikut:
- Level Support: Rp 17.125 per dolar AS
- Level Resistance: Rp 17.225 per dolar AS
Bagi masyarakat yang ingin melakukan transaksi valuta asing, disarankan untuk memantau kurs secara real-time melalui perbankan atau sumber resmi lainnya, mengingat volatilitas pasar yang masih cukup tinggi.
Dapatkan update berita ekonomi dan kurs mata uang terbaru lainnya hanya di portalmadura.com.





