Rupiah Hari Ini 4 Mei 2026: Tertekan ke Level Rp17.340 per Dolar AS, Ini Penyebabnya!

Avatar of Kenzo Chandra
Rupiah Hari Ini 4 Mei 2026: Tertekan ke Level Rp17.340 per Dolar AS, Ini Penyebabnya!
Rupiah Hari Ini 4 Mei 2026: Tertekan ke Level Rp17.340 per Dolar AS, Ini Penyebabnya!

PortalMadura.com – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan tren pelemahan pada perdagangan awal pekan, Senin (4/5/2026). Mata uang Garuda harus mengakui keunggulan greenback seiring dengan meningkatnya tekanan eksternal dari pasar global.

Berdasarkan data perdagangan pasar spot pagi ini, rupiah dibuka melemah sebesar 0,20 persen atau turun sekitar 35 poin ke level Rp17.340 per dolar AS. Posisi ini lebih rendah dibandingkan dengan penutupan sebelumnya yang berada di kisaran Rp17.305 per dolar AS.

Analisis Pergerakan Kurs Rupiah

Pelemahan rupiah hari ini menjadikannya salah satu mata uang dengan performa terlemah di kawasan Asia. Beberapa faktor utama yang memicu tekanan terhadap rupiah antara lain:

  • Penguatan Indeks Dolar (DXY): Indeks dolar AS terus merangkak naik ke level 98, mencerminkan tingginya permintaan investor terhadap aset aman (safe haven).
  • Kenaikan Harga Minyak Dunia: Harga minyak mentah jenis Brent yang menyentuh angka US$112 per barel membebani neraca perdagangan Indonesia sebagai negara pengimpor minyak.
  • Sentimen Geopolitik: Ketegangan di kawasan Selat Hormuz memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global yang berdampak langsung pada mata uang negara berkembang.

Perbandingan Mata Wang Regional

Tidak hanya rupiah, mayoritas mata uang di Asia juga mengalami tekanan serupa terhadap dolar AS. Berikut rincian perubahan harian beberapa mata uang regional per 4 Mei 2026:

Mata UangNilai TukarPerubahan (%)
Won Korea Selatan1.473,10+0,30%
Yen Jepang157,11-0,05%
Rupiah Indonesia17.340-0,20%
Baht Thailand32,51-0,18%

Sepanjang tahun 2026 berjalan (year-to-date), rupiah tercatat telah mengalami depresiasi sebesar 3,86 persen terhadap dolar AS. Meski demikian, Bank Indonesia (BI) diprediksi akan terus melakukan langkah intervensi di pasar valas maupun pasar SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tidak bergejolak terlalu tajam.

Bagi pelaku usaha dan masyarakat yang memiliki keperluan transaksi valuta asing, disarankan untuk terus memantau pergerakan kurs secara real-time melalui perbankan atau otoritas resmi. Dapatkan berita ekonomi dan bisnis terpercaya hanya di PortalMadura.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses