Gawat! Rupiah Tembus Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah Rp17.500 per Dolar AS

Avatar of PortalMadura.com
Gawat! Rupiah Tembus Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah Rp17.500 per Dolar AS
Gawat! Rupiah Tembus Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah Rp17.500 per Dolar AS

portalmadura.com – Nilai tukar rupiah kembali mencatatkan rekor pelemahan terdalam sepanjang sejarah pada perdagangan Rabu (13/5/2026). Mata uang Garuda kini menembus level psikologis baru di angka Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS), memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas ekonomi domestik.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah ditutup di level Rp17.514 per dolar AS, melemah signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Tren penurunan ini sebenarnya telah terlihat sejak awal April 2026 saat rupiah pertama kali menyentuh angka Rp17.000.

Pemicu Utama: Geopolitik dan Faktor Musiman

Anjloknya nilai tukar rupiah kali ini dipicu oleh kombinasi tekanan eksternal dan internal. Konflik yang kian memanas di Timur Tengah antara blok AS-Israel dan Iran menjadi motor utama penguatan dolar AS secara global. Kenaikan harga minyak mentah dunia akibat konflik tersebut memaksa Indonesia, sebagai negara importir minyak, untuk mengeluarkan lebih banyak dolar AS.

Selain faktor global, tekanan domestik juga turut memperparah keadaan. “Hari ini rupiah terus mengalami pelemahan akibat permintaan valas yang tinggi untuk pembayaran dividen korporasi dan utang luar negeri pada triwulan II-2026,” ujar Ibrahim Assuaibi, pengamat ekonomi dari PT Traze Andalan Futures.

Langkah Darurat Pemerintah dan BI

Menanggapi situasi kritis ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah akan segera mengaktifkan skema Bond Stabilization Fund (BSF) untuk menjaga pasar obligasi. Sementara itu, Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan tujuh langkah stabilisasi, termasuk:

  • Intervensi valuta asing (valas) secara masif di pasar spot dan DNF.
  • Pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
  • Pengetatan pembelian dolar AS maksimal 25.000 dolar AS per orang per bulan.

Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 tercatat solid di angka 5,61 persen, pasar tetap bersikap hati-hati. Para investor kini menantikan hasil pengumuman bobot saham Indonesia dalam indeks global (MSCI) yang diharapkan mampu memberi kepastian arah pasar keuangan dalam waktu dekat.

Pantau terus perkembangan berita ekonomi terkini hanya di portalmadura.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses