PORTALMADURA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan tren positif dan terperosok ke zona merah pada penutupan perdagangan sore ini. Aksi ambil untung (profit taking) massal dan melemahnya nilai tukar rupiah disinyalir menjadi pemicu utama ambruknya indeks domestik.
Berdasarkan data data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore, IHSG langsung tertekan sejak awal pembukaan sesi pertama. Indeks terus bergerak di zona negatif hingga akhirnya ditutup melemah signifikan ke level psikologis baru.
Saham Blue Chip Jadi Beban Indeks
Kemerosotan IHSG hari ini utamanya didorong oleh rontoknya saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip), terutama dari sektor perbankan dan infrastruktur. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) yang cukup masif di sepanjang hari perdagangan.
Sebaliknya, hanya sebagian kecil sektor yang mampu bertahan di zona hijau, seperti sektor komoditas energi yang mendapat sentimen positif dari kenaikan harga minyak mentah dunia. Namun, penguatan sektor ini tidak cukup kuat untuk menahan laju kejatuhan indeks secara keseluruhan.
Dipengaruhi Sentimen Global dan Regional
Analis pasar modal menyebutkan bahwa pergerakan IHSG hari ini juga sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal. Pasar cenderung bersikap menunggu (wait and see) terhadap rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan keluar pekan ini.
Selain faktor global, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus menekan posisi mata uang Garuda turut menambah beban bagi pergerakan pasar saham domestik.
Volume perdagangan hari ini tercatat cukup tinggi dengan miliaran lembar saham yang berpindah tangan. Para pelaku pasar diimbau untuk tetap mencermati pergerakan sentimen makroekonomi dalam mengambil keputusan investasi beberapa hari ke depan.





