BANGKALAN, portalmadura.com – Jagat media sosial di Pulau Madura baru-baru ini digegerkan oleh peredaran sejumlah rekaman video yang menarasikan aksi teror mistis sesosok pocong. Dalam narasi video yang beredar, pocong tersebut digambarkan berkeliaran membawa senjata tajam (sajam) dan mengetuk pintu rumah warga di wilayah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Menyikapi keresahan yang menjalar di tengah masyarakat, Kepolisian Resor (Polres) Bangkalan bergerak cepat melakukan penelusuran. Hasilnya, pihak kepolisian memastikan bahwa seluruh rekaman video pendek yang viral di berbagai grup WhatsApp tersebut murni merupakan kabar bohong alias hoaks demi kepentingan konten semata.
Sebelumnya, video teror pocong jadi-jadian itu menyebar luas dengan pencantuman beberapa lokasi berbeda. Video pertama diklaim terjadi di Desa Gili Anyar, Kecamatan Kamal. Tak lama berselang, muncul video serupa yang dinarasikan bertempat di Desa Keleyan, Kecamatan Socah, serta Desa Bulukagung, Kecamatan Klampis.
Masifnya penyebaran video tersebut sempat memicu kepanikan massal. Khawatir keselamatan keluarga mereka terancam oleh aksi kriminal bermodus supranatural, sejumlah warga bahkan sempat berencana memperketat ronda malam dan menggelar patroli besar-besaran untuk memburu pelaku.
Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, menjelaskan bahwa hasil verifikasi di lapangan menunjukkan video yang berlatar di Desa Gili Anyar dan Desa Keleyan adalah hasil suntingan atau editan. Sementara untuk video di Desa Bulukagung, rekaman itu murni kesengajaan sekelompok pemuda lokal.
“Informasi mengenai teror tersebut sama sekali tidak benar. Untuk lokasi di Desa Bulukagung, sekelompok pemuda mengaku sengaja membuat rekaman pocong itu hanya untuk sekadar kebutuhan konten media sosial saat mereka sedang nongkrong bersama. Pihak pembuat video juga sudah melakukan klarifikasi resmi dan meminta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan,” jelas Ipda Agung Intama, Senin (1/6/2026).
Ipda Agung mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang dan tidak gampang memercayai setiap informasi yang belum jelas validitasnya di dunia maya. Ia meminta warga menghentikan penyebaran video tersebut agar tidak terus-menerus memicu kecemasan publik.
Manajemen Polres Bangkalan menegaskan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Bangkalan saat ini dalam kondisi yang aman dan kondusif. Jika warga menemukan adanya aktivitas yang mencurigakan atau potensi gangguan kriminalitas di lingkungannya, petugas meminta warga segera melapor ke kantor polisi terdekat daripada bertindak sendiri.
“Kami meminta agar masyarakat tidak panik, tetap tenang, dan lebih bijak dalam menyaring informasi. Kami juga memohon dengan sangat agar warga tidak mudah terpancing emosi, apalagi sampai melakukan tindakan main hakim sendiri di lapangan,” pungkas Ipda Agung Intama secara tegas.




