Fakultas Kedokteran UTM Resmi Dibuka: Era Baru Pendidikan Medis dan Harapan Kesehatan Madura

Avatar of PortalMadura.com
Fakultas Kedokteran UTM Resmi Dibuka: Era Baru Pendidikan Medis dan Harapan Kesehatan Madura
Fakultas Kedokteran UTM Resmi Dibuka: Era Baru Pendidikan Medis dan Harapan Kesehatan Madura

PortalMadura.com – Universitas Trunojoyo madura (UTM) menorehkan sejarah baru bagi Pulau Madura dengan resmi mengantongi izin penyelenggaraan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Profesi Dokter Program Profesi.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia menerbitkan Surat Keputusan Nomor 610/B/O/2026 pada Selasa, 2 Juni 2026, yang menjadi payung hukum pembukaan fakultas ini.

Keputusan penting tersebut sekaligus menjadikan UTM sebagai perguruan tinggi negeri pertama di Madura yang memiliki program pendidikan kedokteran.

Berlokasi di Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten bangkalan, Fakultas Kedokteran UTM diharapkan menjadi pusat pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) medis di kawasan tersebut.

Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menyambut gembira kabar ini, menyebutnya sebagai hasil dari perjuangan panjang seluruh sivitas akademika.

Prof. Safi’ menegaskan bahwa UTM telah memenuhi seluruh persyaratan utama yang ditetapkan pemerintah untuk membuka Fakultas Kedokteran, termasuk kecukupan SDM, kelayakan sarana prasarana, serta kesiapan kurikulum.

Transformasi Pendidikan dan Kualitas Kesehatan di Madura

Pembukaan Fakultas Kedokteran UTM ini hadir sebagai jawaban atas permasalahan krusial terkait keterbatasan tenaga medis di Pulau Madura.

Data menunjukkan rasio dokter di Madura saat ini adalah satu dokter melayani 7.000 penduduk, jauh di bawah rata-rata nasional yang berada pada angka 1 banding 3.000 penduduk.

Kesenjangan ini menjadi perhatian serius yang melatarbelakangi semangat UTM untuk menghadirkan pendidikan kedokteran di tanah Madura.

Kehadiran FK UTM diharapkan mampu mempercepat pemerataan tenaga medis dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat setempat dan sekitarnya.

Selain itu, fakultas ini membuka lebar kesempatan bagi putra-putri Madura yang bercita-cita menjadi dokter untuk menempuh pendidikan di daerahnya sendiri tanpa harus bersaing di luar daerah.

Wakil Ketua Humas Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr. Farhat Suryaningrat, SpKK, FINSDV, menyatakan kebanggaannya dan mengapresiasi langkah UTM ini.

Dr. Farhat menekankan bahwa banyak puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan di Madura masih kekurangan SDM dokter.

Proses Panjang Menuju Pembukaan Fakultas Kedokteran

Perjalanan UTM dalam mendirikan Fakultas Kedokteran tidaklah instan, melainkan melalui proses panjang dan kompleks.

Proses pengajuan izin telah dimulai sejak akhir tahun 2024 dengan surat permohonan Rektor UTM Nomor B/7204/un46/TP.01.06/2024 tertanggal 11 Desember 2024.

Selama hampir dua tahun, UTM menjalani berbagai tahapan penilaian ketat dari pemerintah pusat.

Tahapan tersebut mencakup asesmen dokumen, asesmen lapangan, hingga penilaian mendalam terhadap kurikulum yang akan diterapkan.

Kunjungan tim asesor Kemendiktisaintek, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), LAMPTKes, ARSPI, dan AIPKI menjadi bagian dari proses evaluasi ini.

Prof. Safi’ menjelaskan bahwa UTM berhasil melewati seluruh tahapan tersebut dengan hasil yang memuaskan.

Dukungan juga datang dari LLDikti Wilayah VII melalui Surat Kepala Nomor 46/LL7/KL.00.01/2026 tertanggal 30 Maret 2026.

Berbagai aspek krusial menjadi fokus penilaian, meliputi kesiapan sumber daya manusia pengajar dan kependidikan, fasilitas laboratorium, hingga kesiapan rumah sakit jejaring.

Pembangunan gedung Fakultas Kedokteran yang megah di sisi barat kampus UTM juga menjadi bukti kesiapan infrastruktur.

Penerimaan Mahasiswa Baru dan Visi Keunggulan FK UTM

Untuk angkatan perdana tahun akademik 2026/2027, Fakultas Kedokteran UTM akan menerima maksimal 50 mahasiswa.

Jumlah ini akan dibagi ke dalam dua rombongan belajar guna menjaga kualitas pembelajaran dan memastikan pemenuhan standar akreditasi.

Mengingat jadwal Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 telah berakhir, penerimaan mahasiswa baru FK UTM akan dilakukan melalui jalur mandiri.

Pengumuman resmi terkait mekanisme dan tahapan seleksi telah disampaikan mulai Rabu, 3 Juni 2026.

Fakultas Kedokteran UTM memiliki keunggulan utama pada pendekatan kesehatan masyarakat kepulauan yang berkarakter Unggul, Tangguh, dan Mandiri (UTM) dengan fokus pada aspek medis spiritual.

Kurikulum pendidikan dokter modern dirancang dalam sistem blok selama 7 semester untuk program sarjana dan 4 semester untuk program profesi dokter.

Layanan kedokteran FK UTM mencakup tiga pilar utama: pencegahan untuk membangun ketahanan individu dan masyarakat, layanan medis sigap yang responsif, serta rehabilitasi pascabencana.

Visi ini sejalan dengan kebutuhan mendesak untuk penguatan layanan kesehatan di Jawa Timur, khususnya kawasan Madura yang memiliki karakter kepulauan.

Dengan dibukanya Fakultas Kedokteran ini, UTM tidak hanya mencetak dokter, tetapi juga agen perubahan yang berintegritas, berdaya saing global, dan mampu menjawab tantangan kesehatan masyarakat Madura dan nasional.

Langkah ini merupakan tonggak bersejarah yang akan membawa dampak positif jangka panjang bagi peningkatan kualitas hidup dan kesehatan di seluruh Pulau Madura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses