Profil  

Lodewyk Pusung: Jejak Cemerlang Militer Berakhir Tersangka Korupsi MBG

Avatar of PortalMadura.com
Lodewyk Pusung: Jejak Cemerlang Militer Berakhir Tersangka Korupsi MBG
Lodewyk Pusung: Jejak Cemerlang Militer Berakhir Tersangka Korupsi MBG

PortalMadura.com – Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Letnan Jenderal TNI (Purn) Lodewyk Pusung, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025-2026.

Penetapan tersangka ini dilakukan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu, 3 Juni 2026, setelah serangkaian pemeriksaan intensif.

Lodewyk Pusung, bersama mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, kini menghadapi jeratan hukum atas dugaan penyimpangan dalam program strategis nasional tersebut.

Peristiwa ini mengejutkan publik mengingat riwayat karier militer Lodewyk Pusung yang panjang dan menjabat posisi penting sebelum masuk ke BGN.

Ia dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Kepala BGN oleh Presiden Prabowo Subianto sehari sebelumnya, yakni pada Selasa, 2 Juni 2026, sebelum ditahan oleh Kejagung.

Kasus ini mencuat ke permukaan setelah BGN, sebuah lembaga baru yang mengawal program prioritas negara, menjadi sorotan atas dugaan praktik korupsi.

Jejak Karier Militer Cemerlang

Awal Mula Pengabdian

Lodewyk Pusung lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 27 September 1960.

Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1985 dari kecabangan infanteri.

Selama pendidikan militer, Lodewyk menempuh berbagai jenjang strategis, termasuk Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Sesko TNI, hingga Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI.

Kiprahnya di militer dimulai dengan menjabat Danton Yonif 507/Sikatan pada tahun 1985.

Ia juga terlibat dalam Operasi Seroja, menunjukkan pengalaman operasionalnya di lapangan.

Jabatan Strategis dan Penghargaan

Lodewyk Pusung dikenal sebagai perwira tinggi yang banyak mengemban jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat.

Beberapa posisi penting yang pernah dipegangnya meliputi Komandan Korem 142/Tatag Kodam VII/Wirabuana (2010), Inspektur Kostrad (2013), dan Kepala Staf Kodam (Kasdam) VI/Mulawarman (2014).

Pada tahun 2015, ia menjabat sebagai Panglima Divisi Infanteri I Kostrad, kemudian Panglima Kodam I/Bukit Barisan hingga 2017.

Jabatan terakhirnya sebelum purnatugas pada 2018 adalah Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI, dengan pangkat Mayor Jenderal.

Ia dianugerahi pangkat Letnan Jenderal TNI (Kehormatan).

Berbagai tanda kehormatan juga disematkan kepadanya, termasuk Bintang Jasa Nararya, Bintang Yudha Dharma Pratama, dan Bintang Kartika Eka Paksi Pratama.

Ia juga memiliki sejumlah Satyalancana seperti Satyalancana Bantala dan Satyalancana Kesetiaan XXXII Tahun.

Transisi ke Badan Gizi Nasional dan Dugaan Korupsi

Setelah purnatugas dari militer, Lodewyk Pusung dipercaya untuk mengabdi di lingkungan sipil.

Ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada 22 Oktober 2024.

Di BGN, Lodewyk Pusung mengemban tugas sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan.

Namun, masa jabatannya di BGN berakhir singkat dan kontroversial.

Pada 2 Juni 2026, ia bersama pimpinan BGN lainnya dicopot dari jabatan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sehari kemudian, tepatnya 3 Juni 2026, Kejaksaan Agung menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025-2026.

Kejagung menduga adanya penyimpangan dalam penunjukan yayasan sebagai mitra pelaksana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Yayasan-yayasan yang ditunjuk tersebut diduga terafiliasi dengan para tersangka dan tidak memenuhi syarat untuk menjadi mitra SPPG.

Penyidik juga menemukan adanya dugaan intervensi dari para tersangka dalam proses verifikasi kelayakan mitra.

Selain itu, diduga terjadi mark-up harga dalam pengadaan barang dan jasa, termasuk pengadaan motor listrik senilai sekitar Rp1 triliun.

Yayasan-yayasan terafiliasi ini juga dilaporkan menerima insentif miliaran Rupiah setiap hari.

Sorotan atas Harta Kekayaan

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, laporan harta kekayaan Lodewyk Pusung turut menjadi sorotan publik.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2025, total harta kekayaannya tercatat mencapai sekitar Rp 60,5 miliar.

Sebagian besar kekayaan ini berupa 28 bidang tanah dan bangunan dengan nilai sekitar Rp 58 miliar.

Aset properti tersebut tersebar di beberapa daerah seperti Jakarta Timur, Tangerang, Depok, Bogor, serta Sulawesi Utara dan Manado.

Salah satu aset signifikan adalah tanah seluas 346.700 meter persegi di Minahasa Utara senilai Rp 3,5 miliar.

Ia juga memiliki properti di Kota Manado senilai Rp 4 miliar dan sebuah bangunan di Tangerang senilai Rp 2,8 miliar.

Di samping itu, Lodewyk Pusung tercatat memiliki kendaraan berupa Yamaha Aerox 2021, Honda BR-V 2023, dan Toyota Innova Zenix 2025.

Profil Singkat Lodewyk Pusung

Biodata Lengkap Lodewyk Pusung
Nama Lengkap Letjen TNI (Purn) Lodewyk Freidrich Paulus Pusung
Tempat, Tanggal Lahir Manado, 27 September 1960
Kebangsaan Indonesia
Almamater Akademi Militer (1985)
Pangkat Terakhir Militer Letnan Jenderal TNI (Kehormatan) / Mayor Jenderal TNI (Purn)
Jabatan Terakhir Militer Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI (2017-2018)
Jabatan di BGN Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan (2024-2026)
Status Hukum Tersangka dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Total Harta Kekayaan (LHKPN 2025) Rp 60.540.791.335
Akun Media Sosial Instagram: Tidak tersedia
Twitter/X: Tidak tersedia
Facebook: Tidak tersedia
LinkedIn: Tidak tersedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses