PortalMadura.com – Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan tren koreksi signifikan pada Jumat, 5 Juni 2026, diperdagangkan di kisaran US$63.372 hingga US$63.420 setelah sempat anjlok mendekati US$61.000 dalam 24 jam terakhir. Penurunan ini mencerminkan sentimen bearish yang kuat di pasar kripto global.
Mayoritas aset kripto utama juga mengalami tekanan jual, dengan Bitcoin turun sekitar 1,55% dalam sehari dan mengalami koreksi sekitar 13% sepanjang pekan ini.
Kapitalisasi pasar Bitcoin, meskipun masih dominan, kini berada di sekitar US$1,27 triliun, sementara total kapitalisasi pasar kripto global tercatat US$2,22 triliun, turun 3,2% dalam 24 jam terakhir.
Faktor Pendorong Koreksi Harga Bitcoin
Beberapa sentimen negatif secara bersamaan menekan harga Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan.
Ketegangan geopolitik dan ketidakpastian makroekonomi menjadi pemicu utama investor untuk menjauhi aset berisiko seperti kripto.
Selain itu, aliran dana keluar dari ETF Bitcoin spot juga berkontribusi pada pelemahan harga, menunjukkan berkurangnya minat institusional jangka pendek.
Bursa kripto mencatat likuidasi posisi beli (long positions) senilai US$594 juta dalam 24 jam, yang semakin mempercepat penurunan harga.
Perusahaan-perusahaan yang memegang Bitcoin sebagai aset treasury juga mengalami kerugian valuasi hingga US$62 miliar akibat kemerosotan pasar.
Sentimen Pasar dan Prediksi Jangka Pendek
Para pedagang di berbagai platform prediksi menunjukkan kekhawatiran yang meningkat terhadap prospek Bitcoin di bulan Juni.
Polymarket, salah satu pasar prediksi terkemuka, memperkirakan kemungkinan 62% bahwa harga Bitcoin akan turun ke level US$60.000 atau bahkan lebih rendah pada Juni ini.
Kalshi, platform prediksi lainnya, memberikan probabilitas 83% bahwa Bitcoin akan mencapai US$60.000 sebelum akhir tahun 2026.
Secara historis, bulan Juni dikenal sebagai periode yang menantang bagi Bitcoin, dengan rata-rata imbal hasil hanya sekitar 0,7% dalam satu dekade terakhir.
Aktivitas perdagangan yang cenderung lesu selama musim panas di belahan bumi utara seringkali memicu konsolidasi atau koreksi pasar.
Meskipun demikian, ada pula pandangan bahwa kondisi pasar saat ini mungkin sedang mendekati titik terendah jangka pendek sebelum potensi pemulihan.
Pergeseran Minat ke Altcoin
Di tengah pelemahan Bitcoin, beberapa altcoin justru menunjukkan kinerja yang perkasa.
Investor mulai melakukan rotasi likuiditas dari Bitcoin ke altcoin, mencari peluang keuntungan di aset yang lebih kecil.
Koin seperti Monero (XMR) menguat lebih dari 3% dalam sehari, sementara beberapa altcoin lain seperti HYPE, INJ, XLM, H, dan LAB mencatat kenaikan signifikan hingga 228% dalam sepekan terakhir.
Pergerakan ini menandakan bahwa pasar kripto memiliki dinamika yang beragam, tidak selalu bergerak seragam.
Perkembangan Regulasi dan Prospek Jangka Panjang
Di tengah volatilitas, perkembangan regulasi terus menjadi sorotan dan dapat memengaruhi arah pasar ke depan.
Amerika Serikat sedang menggodok CLARITY Act, undang-undang yang berpotensi memberikan kejelasan regulasi bagi industri kripto.
Selain itu, persetujuan kontrak berjangka kripto perpetual oleh regulator AS dapat menarik lebih banyak investor institusional ke pasar.
Dalam jangka panjang, beberapa analis masih optimistis terhadap potensi kenaikan Bitcoin.
Faktor-faktor seperti berkurangnya suplai Bitcoin di bursa, meningkatnya jumlah investor jangka panjang, serta adopsi institusional yang terus berkembang dapat mendorong harga lebih tinggi.
Pendiri Cardano, Charles Hoskinson, bahkan memproyeksikan harga Bitcoin bisa mencapai US$250.000 pada tahun 2026, didorong oleh keterbatasan pasokan dan minat institusi.
Namun, proyeksi ini tetap disertai peringatan mengenai volatilitas tinggi dan risiko pasar yang selalu menyertai investasi kripto.
Kesimpulan untuk Investor
Pergerakan harga Bitcoin hari ini mencerminkan pasar yang sedang menghadapi tekanan kuat dari berbagai sentimen negatif.
Meskipun prediksi jangka pendek cenderung bearish, potensi jangka panjang Bitcoin tetap menjadi perdebatan di kalangan analis.
Investor disarankan untuk tetap berhati-hati, melakukan riset mendalam, dan mempertimbangkan toleransi risiko pribadi sebelum membuat keputusan investasi di pasar kripto yang fluktuatif.





