PortalMadura.com – Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini bisa bernapas lega.
Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari bank-bank besar seperti BRI, Mandiri, BNI, dan BCA terus digulirkan dengan berbagai kemudahan di bulan Juli 2026 ini.
Hal ini menjadi angin segar bagi UMKM yang membutuhkan tambahan modal kerja atau investasi untuk mengembangkan usahanya.
Pemerintah sendiri menargetkan penyaluran KUR di tahun 2026 mencapai Rp 308,41 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya.
Hingga awal Juli 2026, realisasi penyaluran KUR secara nasional telah menembus angka Rp149,3 triliun, menjangkau sekitar 2,3 juta UMKM di seluruh Indonesia.
Dengan suku bunga yang kompetitif dan proses pengajuan yang semakin mudah, KUR diharapkan dapat terus menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
KUR BRI Juli 2026: Pilihan Lengkap untuk Berbagai Skala Usaha
Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali menjadi salah satu bank penyalur KUR terbesar di Juli 2026.
BRI menawarkan suku bunga yang sangat bersaing, yakni sekitar 6% efektif per tahun untuk sebagian besar produk KUR-nya.
Khusus untuk KUR Super Mikro dengan plafon hingga Rp10 juta, suku bunga bahkan lebih rendah, yaitu hanya 3% efektif per tahun.
Jenis dan Plafon KUR BRI
- KUR Super Mikro: Plafon maksimal Rp10 juta. Ideal untuk usaha ultra mikro atau pemula.
- KUR Mikro: Plafon di atas Rp10 juta hingga Rp100 juta. Cocok untuk UMKM yang membutuhkan modal lebih besar.
- KUR Kecil: Plafon Rp50 juta hingga Rp500 juta. Dikhususkan bagi UMKM dengan skala usaha yang lebih besar dan potensi pertumbuhan signifikan.
Persyaratan pengajuan KUR BRI di antaranya adalah Warga Negara Indonesia (WNI) berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah, memiliki usaha produktif yang telah berjalan minimal enam bulan, dan tidak sedang menerima kredit produktif dari lembaga perbankan lain.
Proses pengajuannya pun fleksibel, bisa dilakukan langsung di kantor cabang BRI terdekat atau melalui platform digital kur.bri.co.id.
Sebagai contoh simulasi cicilan KUR BRI, untuk pinjaman Rp50 juta dengan tenor 60 bulan, cicilan per bulannya sekitar Rp990.060.
Sementara untuk pinjaman Rp10 juta dengan tenor 36 bulan, angsuran per bulan sekitar Rp308.771.
Angka-angka ini menunjukkan betapa ringannya beban angsuran bagi pelaku UMKM.
KUR Mandiri Juli 2026: Dorong Sektor Produktif
Bank Mandiri juga menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung UMKM melalui program KUR-nya.
Hingga 31 Mei 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR senilai Rp17,77 triliun kepada 135.829 pelaku usaha di seluruh Indonesia.
Pencapaian ini setara dengan 43,34% dari target penyaluran KUR Bank Mandiri sepanjang tahun 2026, dengan menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) di kisaran 1%.
SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri, Bayu Trisno Arief Setiawan, menyatakan bahwa penyaluran KUR ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan mendukung pertumbuhan sektor produktif.
Sektor pertanian menjadi penerima KUR terbesar dari Bank Mandiri, mencapai Rp5,82 triliun atau 32,77% dari total penyaluran.
Suku bunga KUR Mandiri juga berada di kisaran 6% efektif per tahun.
Plafon pinjaman yang ditawarkan bisa mencapai Rp500 juta untuk KUR Kecil.
Syarat pengajuan meliputi e-KTP, Kartu Keluarga (KK), Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha (SKU) Mikro dan Kecil, serta NPWP untuk pinjaman di atas Rp50 juta.
Penting juga untuk tidak sedang menerima kredit komersial dengan plafon di atas Rp20 juta dari bank lain.
KUR BNI Juli 2026: Fleksibilitas Tenor dan Plafon
Bank Negara Indonesia (BNI) turut berperan aktif menyalurkan KUR dengan fokus pada fleksibilitas.
Program KUR BNI 2026 menawarkan fasilitas pembiayaan dengan suku bunga sekitar 6% efektif per tahun, atau setara dengan kurang lebih 0,5% per bulan.
Pilihan tenor yang fleksibel hingga 60 bulan memungkinkan pelaku usaha menyesuaikan angsuran dengan kemampuan finansialnya.
BNI menyediakan plafon KUR yang bervariasi, mulai dari Rp10 juta hingga Rp500 juta.
Hal ini memberikan beragam pilihan pembiayaan sesuai dengan kebutuhan dan skala usaha UMKM.
Pinjaman ini dapat dimanfaatkan untuk modal kerja maupun investasi produktif, seperti penambahan stok barang, pembelian peralatan, atau ekspansi bisnis.
Syarat pengajuan KUR BNI umumnya mencakup Warga Negara Indonesia (WNI), usia minimal 21 tahun atau sudah menikah, serta memiliki usaha yang telah berjalan minimal enam bulan.
Contoh simulasi cicilan untuk pinjaman Rp50 juta dengan tenor 60 bulan adalah sekitar Rp966.640 per bulan.
Untuk pinjaman Rp25 juta dengan tenor 36 bulan, angsurannya sekitar Rp760.548 per bulan.
KUR BCA 2026: Tanpa Biaya Provisi dan Administrasi
Bank Central Asia (BCA) juga hadir sebagai pilihan bagi UMKM melalui program KUR-nya di tahun 2026.
BCA menawarkan suku bunga yang kompetitif, mulai dari 6% hingga 9% efektif per tahun, dengan keunggulan bebas biaya provisi dan administrasi.
Perlu dicatat bahwa suku bunga KUR BCA bersifat bertingkat, yang dapat menyesuaikan dengan riwayat pinjaman debitur.
KUR BCA ditujukan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah yang membutuhkan modal kerja atau investasi.
Meskipun rincian plafon per jenis KUR BCA tidak sejelas bank lain dalam hasil pencarian untuk Juli 2026, informasi umum menyebutkan plafon pinjaman dapat mencapai Rp50 juta, dan bahkan hingga Rp100 juta juga disebutkan dalam beberapa konteks.
Syarat utama untuk mengajukan KUR BCA adalah memiliki usaha yang telah berjalan minimal enam bulan.
Dengan tidak adanya biaya provisi dan administrasi, KUR BCA bisa menjadi pilihan menarik untuk meringankan beban awal bagi pelaku UMKM.
Calon debitur disarankan untuk mengonfirmasi detail lebih lanjut mengenai plafon dan simulasi cicilan terbaru langsung di kantor cabang BCA terdekat untuk mendapatkan informasi paling akurat sesuai kebutuhan usahanya.
Kesimpulan
Program KUR dari BRI, Mandiri, BNI, dan BCA di Juli 2026 ini menunjukkan komitmen perbankan dalam mendukung pertumbuhan UMKM.
Dengan suku bunga yang ringan, plafon pinjaman yang bervariasi, dan persyaratan yang semakin mudah, UMKM memiliki lebih banyak pilihan untuk mengakses modal usaha.
Penting bagi para pelaku usaha untuk mempelajari syarat dan ketentuan masing-masing bank, serta memilih program yang paling sesuai dengan skala dan kebutuhan bisnis mereka.
Manfaatkan kesempatan ini untuk memajukan usaha Anda!





