PORTALMADURA.COM – Kondisi kelayakan tempat tinggal masyarakat di Pulau Madura, Jawa Timur, masih memprihatinkan. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, membeberkan fakta bahwa sekitar 29 persen rumah warga di wilayah tersebut saat ini berstatus tidak layak huni.
Mengutip data rilis Badan Pusat Statistik (BPS), politisi PDI Perjuangan itu menyebut tingkat rumah layak huni di Madura baru mencapai 71 persen. Angka ini jauh tertinggal ketimbang rata-rata kabupaten/kota lain di Jawa Timur yang sudah menembus 80 persen.
Said menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan papan, sandang, dan pangan menjadi tolok ukur utama dalam menentukan tingkat kemiskinan warga. Oleh karena itu, negara memikul tanggung jawab besar untuk menjamin ketersediaan hunian yang aman dan memadai bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai wujud tindakan nyata, legislator asal Madura ini mengalokasikan seluruh dana reses DPR RI yang ia terima untuk membiayai perbaikan rumah tidak layak huni bagi warga di Kabupaten Sumenep.
Penyaluran bantuan rehabilitasi rumah tersebut diserahkan secara simbolis kepada warga penerima manfaat di Pulau Talango, Kabupaten Sumenep, pada Rabu (22/7/2026). Inisiatif ini diharapkan mampu mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus menaikkan standar hidup masyarakat di Pulau Garam.





