PORTALMADURA.COM, Bandung – Klub raksasa sepak bola nasional, Persib Bandung, kembali menerima sanksi berat dari otoritas sepak bola dunia (FIFA). Per tanggal 10 Agustus 2026, tim berjuluk Maung Bandung tersebut resmi dijatuhi sanksi larangan mendaftarkan pemain baru selama tiga periode bursa transfer berturut-turut.
Hukuman yang tercantum dalam daftar resmi FIFA Registration Ban List tersebut dipicu oleh sengketa kontrak lama yang belum terselesaikan dengan mantan pelatih asal Belanda, Robert Rene Alberts. Kasus ini bermula dari pemutusan hubungan kerja secara sepihak pada tahun 2022, padahal sang pelatih masih menyisakan ikatan kontrak hingga tahun 2025.
Laporan dari pihak Robert Alberts ke federasi sepak bola dunia menjadi dasar utama FIFA mengeluarkan sanksi tersebut. Meski demikian, manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) langsung memberikan penegasan terkait nasib para penggawa anyar yang telah mendatangi klub.
Nasib Skuad dan Pemain Baru Dijamin Aman
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim portalmadura.com, para pendukung setia Persib (Bobotoh) tidak perlu mengkhawatirkan kesiapan tim dalam menghadapi musim kompetisi 2026/2027. Seluruh pendaftaran pemain anyar yang direkrut musim ini telah rampung sebelum sanksi tersebut diputuskan.
Proses registrasi amunisi baru berhasil diselesaikan saat Persib terbebas dari sanksi FIFA sebelumnya pada akhir Juli 2026, yang kala itu dipicu sengketa administratif pemain asing Daisuke Sato.
Deputy CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan, meminta seluruh pendukung untuk tetap tenang dan menyikapi situasi ini secara bijak tanpa perlu panik.
“Mengenai persiapan musim kompetisi 2026/2027, seluruh pemain baru Persib telah kami proses untuk kebutuhan registrasi kepada operator kompetisi dan federasi sesuai ketentuan. Oleh karena itu, kami imbau Bobotoh untuk tetap tenang,” tegas Adhitia pada Selasa (11/8/2026).
Komitmen Manajemen Selesaikan Sengketa Finansial
Meskipun pendaftaran pemain untuk kompetisi musim ini aman, manajemen menyadari bahwa larangan transfer selama tiga periode bursa mendatang dapat merugikan kedalaman skuad dalam jangka panjang. Potensi kendala ini dapat membatasi pergerakan tim jika memerlukan penambahan amunisi baru saat menghadapi badai cedera di tengah musim.
Sebagai langkah responsif, manajemen PT PBB berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh kewajiban finansial yang dituntut oleh Robert Alberts secepat mungkin. Penyelesaian sengketa ini ditargetkan agar FIFA segera mencabut sanksi tersebut sebelum bursa transfer berikutnya dibuka.
“Setiap keputusan dan kewajiban yang harus ditindaklanjuti menjadi perhatian serius kami. Kami mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikannya sesuai mekanisme yang berlaku,” tambah Adhitia.
Sanksi finansial dan administrasi dari FIFA ini tidak hanya menimpa Pangeran Biru. Beberapa klub Liga Indonesia lainnya seperti PSM Makassar, PSBS Biak, dan Sriwijaya FC juga tercantum dalam daftar hitam FIFA atas persoalan sengketa finansial dan hak kontrak.
Dapatkan pembaruan berita olahraga nasional dan informasi seputar sepak bola tepercaya lainnya hanya di portalmadura.com.





