PortalMadura.com– Drama mewarnai kelolosan Timnas Indonesia ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan penentu fase grup melawan Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026), sempat diwarnai insiden salah kelola waktu oleh perangkat pertandingan sebelum akhirnya skuad Garuda mengamankan tiket partai puncak.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan bahwa official atau wasit keempat sempat melakukan kekeliruan fatal saat menampilkan papan tambahan waktu di akhir laga. Dalam pertandingan yang penuh dengan interupsi peninjauan Video Assistant Referee (VAR)—termasuk pembatalan gol Ole Romeny dan pengecekan potensi kartu merah Elkan Baggott—wasit keempat awalnya hanya mengindikasikan injury time selama dua menit.
Sontak keputusan tersebut memicu protes keras dari para pemain hingga jajaran pelatih di bangku cadangan Indonesia. Pasalnya, Indonesia tengah berpacu dengan perolehan gol Malaysia yang pada saat bersamaan terus membobol gawang Singapura.
“Ketika mereka mengangkat papan dua menit itu, saya rasa setiap orang di stadion tahu bahwa itu sebuah kesalahan mengingat banyaknya pengecekan VAR,” ujar John Herdman seusai pertandingan.
Herdman menjelaskan bahwa dirinya langsung mengonfirmasi situasi tersebut kepada official pertandingan di pinggir lapangan. Wasit keempat pun mengakui secara langsung adanya kekeliruan dalam penentuan durasi tambahan waktu tersebut. Keputusan akhirnya dikoreksi menjadi tujuh menit.
Namun, kebingungan akibat insiden papan waktu tersebut sempat merusak konsentrasi para pemain Indonesia. Pada menit pertama masa tambahan waktu, Bangladesh memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan Garuda untuk mencetak gol kedua, yang mengubah skor menjadi 7-2 masih untuk keunggulan Indonesia.
Situasi tersebut memaksa anak asuh John Herdman harus mencetak dua gol tambahan secara instan demi melampaui agresivitas gol Malaysia. Menanggapi tekanan tinggi itu, skuad Garuda menunjukkan mentalitas luar biasa.
Kevin Diks dan Mitchell Baker sukses menyumbang dua gol penutup di sisa waktu dramatis tersebut. Tambahan dua gol ini memastikan kemenangan telak Timnas Indonesia dengan skor akhir 9-2 sekaligus mengamankan keunggulan selisih gol atas Malaysia.
“Saat menanyakan kepada official keempat apakah ini kesalahan, dia menjawab ya. Namun pada momen itu lawan mencetak gol karena pemain kami kebingungan dan kehilangan fokus. Respons anak-anak setelah itu sungguh luar biasa,” tutur juru taktik asal Inggris tersebut.
Herdman enggan memperpanjang polemik terkait kepemimpinan wasit dan memilih fokus pada perjuangan pantang menyerah anak asuhnya yang sukses melaju ke partai final untuk menghadapi Thailand.
“Kepemimpinan wasit sebaiknya tidak perlu menjadi fokus utama. Kita baru saja menyaksikan penampilan yang sangat berani dan gigih dari tim ini. Saya sangat bangga, mereka bekerja ekstra keras di lapangan,” pungkas Herdman seperti dilaporkan oleh portalmadura.com.





