PortalMadura.com– – Nilai tukar mata uang rupiah kembali menunjukkan tren pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (5/10/2026). Pergerakan ini berdampak langsung pada penyesuaian kurs jual dan beli mata uang asing di sejuta perbankan besar nasional.
Berdasarkan pantauan transaksi keuangan pada Senin pagi, tekanan terhadap mata uang Garuda memicu fluktuasi harga tukar dolar AS di jajaran bank papan atas tanah air, termasuk PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI).
Para pelaku pasar serta masyarakat yang berencana melakukan transaksi valuta asing imbau untuk mencermati pembaruan angka kurs di masing-masing perbankan. Perbedaan nilai beli dan jual valas antarbank umumnya dipengaruhi oleh jenis transaksi yang dilakukan, baik melalui skenario e-rate, bank notes, maupun Telegraphic Transfer (TT).
Pelemahan rupiah ini menjadi perhatian penting bagi para investor dan pelaku usaha yang bergantung pada aktivitas ekspor-impor maupun transaksi bermata uang asing. Informasi perubahan nilai tukar ini disadur berdasarkan laporan pasar keuangan nasional terhitung Senin, 5 Oktober 2026.




