PortalMadura.com– Menjelang akhir pekan pada Jumat (9/10/2026), nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat di level Rp17.899 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda berhasil terapresiasi sebesar 16 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah jelang akhir pekan ini didukung oleh kombinasi faktor eksternal dan rilis indikator ekonomi domestik yang positif. Dari kancah global, pelemahan indeks dolar AS (DXY) serta penurunan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS memberikan ruang gerak bagi mata uang Asia, termasuk rupiah. Selain itu, meredanya harga minyak mentah dunia turut meringankan tekanan eksternal terhadap pasar keuangan domestik.
Sementara itu, dari faktor internal, sentimen positif turut ditopang oleh rilis data penjualan ritel Indonesia periode Agustus yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi dalam lima bulan terakhir versi Bank Indonesia. Memasuki akhir pekan pada Sabtu (10/10/2026), pergerakan nilai tukar terpantau stabil karena pasar keuangan domestik libur akhir pekan.
Analis memperkirakan pergerakan rupiah ke depannya akan tetap dibayangi oleh dinamika global, pergerakan harga komoditas energi, serta kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Pelaku pasar diimbau untuk terus memantau perkembangan indikator makroekonomi secara berkala.
Informasi ini disarikan dari laporan portalmadura.com berdasarkan dinamika pasar keuangan dan pergerakan kurs rupiah.





