Google Maps Luncurkan Fitur Harga BBM Real-Time Pertama di Inggris, Pengendara Bisa Hemat Jutaan Rupiah!

Avatar of PortalMadura.com
Google Maps Luncurkan Fitur Harga BBM Real-Time Pertama di Inggris, Pengendara Bisa Hemat Jutaan Rupiah!

PORTALMADURA.COM, Jakarta – Layanan navigasi Google Maps resmi menghadirkan fitur pemantau harga bahan bakar minyak (BBM) secara langsung atau near real-time untuk pertama kalinya di Inggris pada Kamis (8/10/2026). Inovasi ini diluncurkan guna membantu para pengendara menemukan harga bensin dan solar paling terjangkau di tengah melonjaknya krisis biaya energi global.

Integrasi fitur baru ini mengandalkan platform data Fuel Finder milik pemerintah Inggris yang mencakup hingga 99 persen stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di seluruh wilayah negara tersebut. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi penetapan harga retail sekaligus memicu persaingan yang lebih sehat di antara para penyedia BBM.

Tercatat, lonjakan biaya energi di Inggris dipicu oleh gejolak pasokan minyak mentah dunia akibat konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Situasi ini mendorong harga rata-rata solar menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah, yakni mencapai 2 pound sterling atau sekitar Rp47.294 per liter setelah melambung lebih dari 40 persen sejak akhir Februari lalu.

Kementerian Keamanan Energi dan Net Zero Inggris mengungkapkan bahwa kemampuan membandingkan harga BBM secara praktis berpotensi menghemat pengeluaran rumah tangga hingga 40 pound sterling (sekitar Rp945.880) per tahun bagi para pemilik kendaraan. Kanselir Keuangan Inggris, John Healey, turut mengapresiasi kemudahan ini dalam membantu masyarakat mendapatkan penawaran terbaik di SPBU.

Pengintegrasian data ke Google Maps ini merupakan bagian dari skema Fuel Finder yang digagas pemerintah Inggris sejak Februari, menindaklanjuti rekomendasi Otoritas Persaingan dan Pasar (CMA). Melalui aturan tersebut, setiap pengelola SPBU diwajibkan memperbarui data perubahan harga dalam waktu maksimal 30 menit atau akan dikenakan sanksi denda ketat.

Menteri Konsumen Energi Inggris, Polly Billington, menegaskan bahwa kehadiran fitur ini di platform populer seperti Google Maps menjadi momentum penting bagi transparansi publik. Hal senada disampaikan Presiden asosiasi otomotif The AA, Edmund King, yang menilai keterbukaan informasi harga akan menekan praktik kesepakatan harga tersembunyi antar-SPBU dan menyoroti penyedia BBM yang menawarkan tarif lebih kompetitif.


Artikel ini dipublikasikan ulang oleh portalmadura.com untuk menyajikan informasi terkini seputar perkembangan teknologi dan ekonomi global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses