portalmadura.com — Indeks harga saham gabungan Korea Selatan, Korea Composite Stock Price Index (KOSPI), mengalami penurunan tajam hingga hampir 5 persen dan menyentuh level 6.100 pada Selasa pagi (13/10/2026). Anjloknya bursa saham ini dipicu oleh kabar terobosan teknologi chip dari produsen asal Cina yang mengancam dominasi dua raksasa semikonduktor Korea Selatan, Samsung Electronics dan SK Hynix.
Penurunan pada Selasa pagi ini memperpanjang tren koreksi setelah KOSPI sebelumnya terkoreksi 3,7 persen pada hari Senin. Secara keseluruhan, indeks acuan bursa Korea Selatan ini telah merosot 10,1 persen dalam lima hari terakhir. Meskipun demikian, secara akumulatif sepanjang tahun 2026, KOSPI masih mencatatkan kenaikan sebesar 44,89 persen.
Kemajuan Teknologi Chip Cina Picu Kekhawatiran Pasar
Penyebab utama dari aksi jual massal ini berasal dari pengumuman ChangXin Memory Technologies (CXMT), produsen memori terbesar di Cina. Pada akhir pekan lalu, CXMT melaporkan kemajuan signifikan dalam pengembangan desain chip DRAM 4F² yang lebih padat.
Berdasarkan estimasi lembaga riset industri TrendForce, inovasi baru ini berpotensi meningkatkan kepadatan memori sebesar 30 hingga 50 persen. CXMT menargetkan pengiriman memori server berbasis desain anyar tersebut sebelum akhir tahun 2026. Langkah ini langsung memicu kekhawatiran investor karena menyasar segmen pasar server bernilai tinggi, yang selama ini menjadi ceruk bisnis utama Samsung dan SK Hynix.
Tekanan Saham dan Terjadinya Aksi Jual Investor Asing
Dampak langsung dari kabar tersebut terlihat jelas pada pergerakan saham dua raksasa teknologi Seoul. Pada pukul 09.13 waktu Seoul, saham Samsung Electronics dan SK Hynix sama-sama melemah sekitar 5 persen. Karena kedua perusahaan ini menguasai lebih dari setengah total kapitalisasi pasar KOSPI, koreksi pada saham mereka otomatis menyeret keseluruhan indeks.
Data perdagangan menunjukkan investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai 341,4 miliar won. Sebaliknya, investor individu dan institusi lokal terlihat melakukan aksi beli.
Tekanan di bursa Asia ini juga sejalan dengan sentimen negatif di bursa Amerika Serikat pada perdagangan semalam. Berdasarkan data Bloomberg, saham produsen memori global seperti Micron melorot 3,9 persen, sementara SanDisk merosot hingga 6 persen.
Selain faktor terobosan CXMT, laporan dari SBS News menyebutkan bahwa penurunan pasar juga dipengaruhi oleh selesainya program pembelian kembali (buyback) saham oleh produsen chip serta maraknya aksi lepas saham oleh investor asing.
Prospek Pasar dan Persaingan Industri Semikonduktor
Kendati terobosan CXMT mengguncang pasar, laporan dari Korea Times mengungkapkan bahwa produsen Cina tersebut masih menghadapi tantangan teknis dalam menstabilkan hasil produksi (yield rate) pada memori bandwidth tinggi (HBM). Di sisi lain, Samsung dan SK Hynix telah berada di garis depan dengan memulai pengujian generasi memori HBM4E yang lebih unggul.
Berdasarkan data Counterpoint Research pada kuartal pertama, CXMT baru menguasai sekitar 8 persen dari total pendapatan DRAM global. Sementara itu, Samsung masih memimpin pasar dengan pangsa 38 persen, diikuti SK Hynix sebesar 29 persen, dan Micron di posisi ketiga dengan 22 persen.
Analis dari Kiwoom Securities, Han Ji-young, menilai bahwa aksi beli di harga rendah (bottom fishing) berpeluang memicu potensi pergerakan membal balik (rebound) pada sisa sesi perdagangan.
Namun, sentimen ketidakpastian masih membayangi. Setelah sempat membawa KOSPI menembus rekor 9.000 pada Juni lalu, posisi indeks kini telah terkoreksi lebih dari 30 persen dari titik tertingginya. Dominasi Samsung dan SK Hynix di pasar memori global tetap menjadi kunci utama yang menentukan arah KOSPI ke depan.




