PORTALMADURA.COM, Jakarta – Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil bangkit dan bergerak menguat pada perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026. Aksi pemulihan (rebound) ini terjadi di tengah berlanjutnya periode pembelian kembali (buyback) saham oleh manajemen perseroan.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (20/10/2026) hingga sesi I pukul 11.00 WIB, saham BBCA menguat sebesar 140 poin atau naik 2,90 persen ke posisi Rp4.960 per lembar saham. Saham perbankan swasta terbesar di Indonesia ini sempat dibuka di level Rp4.740 dan bergerak pada rentang harian antara Rp4.740 hingga menyentuh titik tertingginya di Rp5.075.
Penguatan saham BBCA pada hari ini meredam tekanan tajam yang sempat terjadi pada penutupan perdagangan hari sebelumnya. Kebangkitan harga saham perseroan turut didorong oleh aksi beli investor yang memanfaatkan momentum penurunan harga saham berkapitalisasi besar (big cap) untuk akumulasi.
Periode Buyback Memasuki Hari Kedua
Aksi pemulihan harga saham ini bertepatan dengan pelaksanaan hari kedua program buyback saham oleh manajemen BCA yang dijadwalkan berlangsung pada 19 hingga 21 Oktober 2026. Pelaksanaan buyback ini merupakan bagian dari agenda resmi perseroan yang telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.
Selama periode buyback tersebut berlangsung, manajemen BCA menerapkan aturan ketat berupa larangan transaksi jual-beli saham perseroan bagi seluruh jajaran karyawan dan pejabat internal. Langkah ini diambil guna mematuhi prinsip keterbukaan informasi serta menjaga tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
Kondisi Finansial Perseroan Tetap Solid
Pihak manajemen memastikan bahwa alokasi dana untuk pembelian kembali saham tersebut diambil dari kas internal tanpa mengganggu permodalan maupun fleksibilitas operasional perbankan. Aksi korporasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kestabilan harga saham BBCA di bursa.
Seiring dengan pemulihan yang terjadi pada indeks saham gabungan, para analis memproyeksikan saham BBCA masih berpotensi menjaga tren positifnya, didukung oleh fundamental kinerja keuangan perseroan yang tetap solid di sektor perbankan nasional.





