PORTALMADURA.COM – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak melemah pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (23/10/2026). Pergerakan mata uang Garuda yang masih tertekan ini membuat mata uang Paman Sam makin perkasa di jajaran bank besar nasional seperti BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI.
Berdasarkan data perdagangan pasar uang, pelemahan rupiah berlanjut seiring meningkatnya tekanan eksternal dan dinamika pasar keuangan global. Kondisi tersebut memaksa perbankan tanah air melakukan penyesuaian kurs jual dan beli dolar AS pada transaksi pagi ini.
Bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang berencana melakukan transaksi penukaran valuta asing (valas), memantau pergerakan kurs di bank-bank utama menjadi langkah krusial untuk mendapatkan nilai tukar terbaik.
Rincian Kurs Dolar AS di Bank Besar Indonesia (23 Oktober 2026)
Berikut ringkasan gambaran pergerakan kurs dolar AS terhadap rupiah di empat perbankan utama tanah air yang dihimpun oleh tim redaksi portalmadura.com:
- Bank Central Asia (BCA): Menyediakan fasilitas e-rate dan penukaran counter dengan penyesuaian margin tipis mengikuti pergerakan pasar spot pagi.
- Bank Mandiri: Membuka nilai beli dan jual dolar AS dengan rentang kompetitif untuk transaksi special rate maupun via perbankan digital.
- Bank Rakyat Indonesia (BRI): Menyesuaikan papan kurs TT Counter dan e-rates sesuai fluktuasi nilai tukar domestik harian.
- Bank Negara Indonesia (BNI): Memperbarui nilai tukar valas berkala untuk kebutuhan penukaran bank notes maupun transfer valuta asing.
Ketidakpastian arah kebijakan moneter global diproyeksikan masih menjadi penentu utama pergerakan kurs rupiah hingga penutupan perdagangan akhir pekan ini.





