oleh

Banyak Tukang Pijat Banting Setir Jadi Pemuas Nafsu Lelaki

PortalMadura.Com, Sumenep – Berkedok tukang pijat, wanita separuh baya ini terpaksa melayani lelaki yang ingin puas dalam seks. Modusnya, banyak lelaki datang dengan alasan untuk pijat karena kecapean.

Tidak ada yang curiga. Para tetangga sekitar pun hanya orang-orang tertentu yang mengetahui ada praktek mesum yang dilakukan tukang pijat, sebut saja “S” di Desa Kasengan, Kecamatan Manding Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Memang keturunan tukang pijat. Yang kesana, ya pasti mau pijat. Tapi, ada juga lelaki yang minta dipuasin dalam hal itu. Tentu dilayani, jika situasi aman,” kata salah seorang perempuan yang rumahnya +100 meter dari S, Minggu (7/9/2014).

Diakui, S selalu memberikan pelayanan terbaik bagi pasiennya untuk mendapatkan uang lebih dari sekedar memijat biasa. “Apa sampean mau diantar kesana (rumah S, red). Soal gitu-gituannya ya bilang sendiri, pasti dilayani,” ujar perempuan janda saat PortalMadura menanyakan kebenaran pratek mesum tersebut.

Loading...

Tak jauh berbeda dengan praktek tukang pijat yang ada di wilayah Pandian Sumenep. Kamar berukuran + 3×4 meter dijadikan tempat memijat.

Ditempat ini juga ada bumbu lain. Para lelaki yang membutuhkan kepuasan juga dilayani dengan cara “karaoke” atau dengan kelembutan tangan sang tukang pijat yang sudah dioles dengan hand body. Wanita separuh baya ini sudah bertahun-tahun berprofesi sebagai tukang pijat.

“Ditempat itu sudah menjadi rahasia umum kalau lelaki yang pijat dan minta dipuasin juga dilayani tapi hanya karaokean,” kata seorang pemuda yang mengantarkan PortalMadura untuk sekedar bertandang ke salah satu rumah ditengah kepadatan pemukiman warga Desa Pandian.

Perempuan separuh baya ini menekuni profesi sebagai tukang pijat karena tidak ada lagi pekerjaan yang bisa mengatasi kesulitan ekonominya, karena suaminya hanya bisa mengayuh becak setiap hari.(nia/htn)





Berita PortalMadura
Loading...

Komentar