oleh

Generasi Millenial, Ini 3 Alasan Asia Tenggara Cocok Untuk Dikunjungi

PortalMadura.Com – Generasi millenial saat ini selalu suka tantangan, apalagi ketika melakukan traveling ke berbagai destinasi wisata di luar negeri. Namun, tentunya perlu pertimbangan matang yang nantinya akan berpengaruh pada beberapa faktor yang salah satunya yaitu biaya.

Masalah biaya menjadi krusial jika tidak dipersiapkan dengan matang, tentu Anda tidak ingin liburan yang efeknya membuat kantong Anda kosong kan? Oleh karena itu, alternatif traveling bagi generasi millenial yang tidak membuat kantong kebobolan yaitu ke Asia Tenggara. Mengapa demikian?

Ini beberapa alasannya:

Biaya Lebih Terjangkau
Membahas ke pertimbangan pertama, yakni perihal biaya. Pengeluaran untuk pergi ke negara-negara Asia Tenggara tentu lebih murah. Apalagi, sekarang banyak tiket promo yang bisa Anda buru hampir sepanjang tahun.

Ada tiga destinasi paling populer di Asia Tenggara masih jadi milik Singapura, Thailand, dan Malaysia. Bila Anda ingin menjajal beberapa nuansa baru, Vietnam, Laos, dan Filipina juga menunggu untuk disambangi. Tiket pesawat ke negara-negara ini mematok harga mulai dari Rp 600 ribu saja.

Jadi Incaran Blogger Dunia
Asia Tenggara mulai dilirik para blogger dunia. Buktinya makin konkrit. Tidak hanya mulai banyaknya muncul travel atau food vlog maupun blog, pada 2017 lalu, Bangkok, Thailand, jadi kota paling sering dikunjungi turis.

Sampai menarik perhatian dunia, rasa ingin tahu para milenial soal keunikan Asia Tenggara semestinya tergelitik. Apalagi, Asia Tenggara tidak hanya soal tempat atau atraksi wisata, tetapi juga kuliner khas nan menggugah selera.

Pemandangan Menawan
Indonesia memang indah, namun bukan berarti Anda tidak bisa melihat keindahan di luar negeri. Meski serupa, wujudnya tidak benar-benar sama. Cobalah jelajah Asia Tenggara untuk menemukan pemandangan memukau yang lain dari luar Tanah Air.

Dengan keberagaman suku dan topografi, para milenial sangat mungkin menemukan ragam pemandangan yang membuat napas tertahan. Bisa dimulai dengan menjelajah kuil-kuil kuno di Bagan, Myanmar, bersua suku pedalaman di Vietnam Utara, sampai hanyut di megapolitan Singapura. (liputan6.com/Desy)